Feeds:
Posts
Comments

Kampung Tua Dapur Dua Belas (KTDDB) adalah satu dari 30-an kampung tua di Kota Batam. Di batam, sebuah kampung digelari ‘ tua’ apabila ia telah wujud sebelum terbentuknya Otorita Batam tahun 1971.

Nama dapur dua belas diambil dari sejarah kampung ini; konon dulu di KTDDB terdapat dua belas buah dapur arang. Dapur arang ialah sebutan untuk tungku pembakaran arang yang bentuknya bisa dilihat di akhir tulisan ini.

Harian Haluan Kepri edisi 8 Agustus 2012 mengisahkan; Tahun 1950-an hiduplah seorang pengusaha bernama Tolo Tong Ci. Beliau merupakan orang terkaya di Pulau Buluh, sebuah pulau kecil dekat batam. Beliaulah sang pemilik usaha pembuatan arang di KTDDB. Saking besarnya, beliau memiliki sampai 12 buah dapur arang. Asal tahu aja, satu dapur arang kubahnya saja setinggi tiga meter, dengan diameter ruang pembakaran mencapai lima meter.

Arang produksi Tolo Tong Ci ini semuanya dijual ke Singapura dengan menggunakan mata uang dollar. Dijual dalam  satuan kati, satu kati dihargai 40 sen.

Roda bisnis terus berputar, pemerintah kemudian melarang aktivitas produksi arang di batam. Agaknya untuk menghindari rusaknya hutan bakau di pulau batam. Bahan baku arang memang dari kayu bakau. Sejak itu pula, usaha arang di KTDDB meredup hingga akhirnya terhenti.

Kini, dari dua belas bangunan dapur arang yang pernah ada hanya dua buah yang tersisa. Dua yang tersisa ini pun sama sekali tak dihargai,  hanya menjadi tempat warga membuang dan membakar sampah. Padahal bisa jadi inilah situs bangunan tertua di batam.

Tertarik jalan-jalan ke KTDDB? Tak usah! Ia bukan destinasi wisata seperti kampung tua nongsa pantai atau batu besar. Jalan ke sana saja banyak yang rusak, dan sampah dibuang sembarangan di sepanjang tepi jalan.

Cukuplah membaca blog saya ini saja, sebagai tambahan wawasan seputar sejarah masa lalu pulau batam. Akur.

wujud sang dapur arang

pelantar kampung tua dapur dua belas

Belum apa-apa saya sudah dikecewakan oleh Queen Garden Waterboom (QGW) Bengkong, Batam.

Tadinya saya pikir hari keempat lebaran masih terhitung hari libur, jadi saya dan adik sudah tiba loket tiket QGW pukul 08.30 pagi. Jam buka QGW pada akhir pekan & hari libur nasional adalah 08.00-18.00. Nyatanya hari itu sudah terhitung weekdays di mana jam buka QGW adalah 09.00-18.00.

Oke kami tunggu setengah jam. Tapi sampai satu jam berlalu QGW tak jua kunjung dibuka. Ditanya kenapa, petugas loket cuma memberikan alasan absurd. Setelah calon pengunjung banyak yang kecewa dan pulang, barulah QGW dibuka pada pukul 10.15. Setelah hampir dua jam menunggu. Щ(ºДºщ)

Oke cukup ngomelnya.

Harga tiket masuk QGW pada weekdays adalah Rp.35000. Dan Rp.55000 pada weekend/national holiday. Anak-anak dengan tinggi di bawah satu meter masuk gratis lho. Lumayan buat yang punya anak usia 3 tahun ke bawah, haha.

Waterboom yang berlokasi di depan kantor camat bengkong ini terletak di atas lahan seluas 17 hektar. Cukup luas. Terdapat setidaknya 4 slide/seluncuran tinggi, dan 6 seluncuran pendek untuk anak-anak. Sayang twister slide, seluncuran yang bentuknya ekstrim dan unik malah belum dibuka untuk umum. (ˇ_ˇ)

Setelah mencoba semua seluncuran, saya dapati beberapa seluncuran tidak terpasang 100% presisi. Sambungan antar bloknya tidak rapi, sehingga berpotensi membuat kulit lecet. Semua waterboom juga begini sih sebenarnya ƪ(‾ε‾)ʃ. Selain itu, tiga seluncuran yeng berderetan di bawah ini juga beresiko bikin pengunjung terjerembab kalo sikap saat meluncur tidak sempurna. Sikap terbaik adalah duduk tegak. Sementara untuk dua seluncuran di sampingnya sikap terbaik adalah sambil tiduran dengan tangan di belakang kepala. Dijamin ngebut!

Selain seluncuran dan lazy river, QGW juga memiliki sebuah semi olympic pool. Panjangnya sekitar 30 meter dengan kedalaman maksimal 2 meter. Lumayan buat yang jago berenang.

Satu hal yang cukup menyesakkan dada adalah makanan dan minuman di kantin QGW harganya gila-gilaan! Bayangkan, sekedar aqua botol ukuran 1500ml saja dihargai Rp.19000. Padahal di luaran cuma 5000 perak. Mending bawa makanan dan minuman dari luar deh. Biar nggak ketahuan petugas masukkan saja ke dalam tas, haha.

Terakhir, di QGW terdapat pula sebuah concert area dengan panggung berukuran 15×20 meter dan bisa menampung hingga 7000 penonton. Setiap tiga pekan sekali manajemen QGW mendatangkan artis ibukota untuk menghibur pengunjung QGW. Seperti pada grand opening QGW akhir Juni lalu, artis yang tampil adalah Citra Idol dan RAN. Tiga minggu berikutnya mendatangkan 7 icons. Dan tiga  minggu setelahnya menghadirkan D’Masiv. Tanggal 8 september 2012 besok artis ibukota yang bakal tampil adalah The Virgin.

Rencananya, waterboom yang dibangun dengan biaya 25 miliar rupiah ini juga akan dilengkapi dengan mini zoo dan kebun buah. Sehingga waterboom yang diklaim terbesar di Kepri ini tidak hanya menjadi tempat berenang, tapi sekaligus one stop recreation & education center.

Semi Olympic Pool

Twister Slide yang tampaknya menarik, sayang belum dibuka untuk umum

PS:

Waterboom/waterpark lain di batam, baca yang ini:
Waterpark Top 100 Batuaji
Waterpark Ocarina

Selamat Idul Fitri!

Foto: Masjid Agung Batam

Selamat Berpuasa!

Ramadhan sesaat lagi menjelang. Mari putar rute jalan-jalan kita ke masjid-masjid terdekat. Tarawih di masjid-masjid berbeda setiap malamnya ternyata seru loh kawan. Saya sudah dua tahun terakhir menjalankannya.

Dan saya mendapati fenomena bahwa semakin ke sini semakin sulit menemukan masjid yang melaksanakan tarawih+witir 23 rakaat. Apakah ini bukti bahwa kita semakin malas? Entahlah. Yang jelas, gapapa banget kok kita melaksanakan tarawih+witir yang sebelas rakaat, karena lebih sesuai dengan contoh yang dilakukan Rasulullah tercinta Muhammad SAW. Allahua’lam.

Btw, untuk teman-teman di batam, berikut terlampir jadwal imsakiyah ramadhan alias jadwal puasa 2012 untuk kota Batam dan sekitarnya. Semoga bermanfaat.

:) SELAMAT MERAYAKAN IBADAH PUASA :)

Pada suatu akhir pekan di akhir Juni lalu, saya dan keluarga besar BTN Syariah Batam liburan ke Nongsa Point Marina (NPM), sebuah resort wisata di semenanjung Nongsa, Batam, Kepulauan Riau.

Tempat menginap kami berupa villa. Ada villa yang tiga kamar, ada yang dua kamar. Villa berisi tiga kamar tarifnya 1,5 juta permalam. Sementara yang dua kamar, 300 ribu lebih murah.

Sesuai standar villa, di dalamnya ada ruang santai, balkon, ruang makan, dan dapur lengkap dengan kompor gas dan kulkas. Dengan fasilitas sebanyak itu, agak sayang sebenarnya kalau cuma nginap sehari di NPM. Dapur jadi nggak kepake sama sekali. *perhitungan*

NPM terletak persis bersebelahan dengan Turi Beach Resort. Sepertinya dua resort ini masih satu grup. Soalnya ketika kami memesan fasilitas jetski dan kano ke manajemen NPM, semuanya malah disediakan oleh Turi Beach Resort. NPM sendiri tidak punya fasilitas ini.

***

Dan sabtu sore itu kami habiskan waktu dengan berjetski ria. Seru buanget, apalagi dilakukan di laut Selat Singapura. Kalau mau nekat, jetski bisa kita pacu sampai ke perairan singapura atau malaysia lho. Tapi siap-siap aja dihadang kapal angkatan laut kedua negeri jiran tersebut.

Soal pemandangan, panorama pantai Turi Beach Resort jauh lebih indah daripada Nongsa Point Marina. Turi punya koleksi batuan granit lebih banyak. Juga punya pelantar dan kafe pinggir pantai yang didesain mirip-mirip tanah lot bali.

So, kalau nginap di NPM jangan lewatkan kesempatan menikmati keindahan pantai Turi Beach Resort sekalian. Kedua resort ini terhubung kok via jalan kecil di sepanjang pesisir pantai.

Eh ini tulisan kok jadi lebih banyak mbahas Turi ya daripada NPM? *tepok jidat*

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Jakarta!

Baru balik dari jakarta nih. Tepat tiga minggu saya di sana dalam rangka pelatihan kerja. Alhamdulillah ilmunya dapat, funnya juga dapet, karena pelatihannya pake acara outbond ke kawasan puncak bogor segala. Belakangan kami juga diinapkan di hotel yang dekeet banget sama monas. Kepeleset nyampe. Buat saya yang bukan orang jakarta proximity dengan monas ini ‘sesuatu’.

Waktu libur, saya sempat jalan ke beberapa tempat yang jadi landmark Jakarta. Semuanya murah meriah, cocok untuk backpacker kere kaya’ saya. ƪ(‾ε‾“)ʃ  Semoga bisa menjadi referensi bagi anda yang ingin muter-muter Jakarta juga. Here they are:

1. Monas (Monumen Nasional)

Monas di pagi hari

Landmark nomor 1 Jakarta ini letaknya tak jauh dari hotel tempat saya menginap (N Hotel). Jalan kaki juga nyampe. Pagi-pagi di Monas kita bisa jogging atau bersepeda mengelilingi tugu berpuncak emas itu. Kalau males olahraga, masuk aja ke dalem monasnya. Hanya dengan membayar Rp.2500 kita udah bisa masuk ke Hall yang memajang puluhan diorama 3 dimensi tentang sejarah perjuangan bangsa indonesia. Bayar Rp.7500 lagi kita sudah bisa naik ke puncak monas. Tapi kalo mau naik ke puncak jangan datang pas weekend ya. Antriannya nauzubillah!

Oya, monas ini letaknya bersebelahan dengan komplek Istana Negara. Kantor Pak SBY ini dibuka untuk umum setiap akhir pekan. Silakan kalau mau mampir.

2. Masjid Istiqlal


Masjid terbesar di Indonesia ini letaknya juga nggak jauh dari monas. Dari hotel saya, sekitar 1km. Waktu hari jumat saya sempat jalan kaki dari hotel ke masjid ini. Dan jaraknya ternyata lumayan bikin gempor. Untung setiap langkah dihitung pahala oleh Allah. :’)

3. Bundaran HI (Hotel Indonesia)


Ini juga landmark kota Jakarta. Dari N hotel bisa dicapai dengan busway via halte Harmoni. Naik yang jurusan Blok M, turun di Halte Bunderan HI.

Di Bundaran HI kita ya cuma foto-foto. Kalo malam tempat ini dijadikan lokasi pacaran sama abegeh-abegeh alay Jakarta. Sementara kalo weekend dijadikan tempat syuting berita sama tvone.

Di seberang Bundaran HI ada sebuah mall bernama Grand Indonesia. Mallnya mewah. Lumayan buat tempat ngadem, meski sebenarnya kurang cocok buat para backpacker kere, hahaha.

4. Kota Tua


Nah di sini banyak yang bisa diexplore. Untuk sampai ke sini, kalau dari halte busway Harmoni, tinggal naik aja yang jurusan Kota.

Pusat Kota Tua berlokasi di Taman Fatahillah. Taman Fatahillah ini dikelilingi oleh gedung-gedung tua peninggalan Belanda yang difungsikan sebagai museum; Museum Fatahillah, Museum Wayang dan Museum Seni Rupa dan Keramik. Selain itu terdapat pula beberapa museum lain seperti museum BI dan museum Bank Mandiri.

Mengitari kawasan Kota Tua sebenarnya cukup dengan berjalan kaki. Tapi jika anda ingin mencoba pengalaman lain, silakan menyewa sepeda onthel. Kita akan mendapat pinjaman topi kompeni yang bikin aksi foto-foto jadi tampak klasik.

Btw, kawasan kota tua jakarta ini mengingatkan saya pada kawasan jembatan merah, Surabaya. Identik.

5. Pasar Tanah Abang
Inilah dia pasar tekstil terbesar di tanah air. Pengusaha toko baju dari seluruh Indonesia belanja grosiran ya di sini ini. Gedungnya luaaas, berblok-blok, dan ramenya minta ampun.

Namanya juga pasar grosir, kebanyakan toko tidak menjual barang secara eceran. Sekalipun ada, harganya ya jadi lebih mahal. Saya sempat membeli beberapa kemeja kerja merek Alisan di sini.  Harganya emang jauh lebih murah dibandingkan department store yang SPGnya semua berstocking hitam itu… #nomention

6. Pasar Senen
Nah buat anda yang hobi baca, jangan lewatkan kesempatan belanja buku-buku murah di Pasar Senen. Di lantai 4 ada semacam pasar buku murah. Buku baru, buku bekas sampai buku bajakan ada di sini. Kemampuan tawar-menawar pun wajib hukumnya dimiliki.

Tapi kalo anda nggak mau panas-panasan di Pasar Senen, di Jalan Kwitang yang tak jauh dari Pasar Senen juga banyak berjejer toko-toko buku. Pilihan di tangan anda.

7. Rumah Makan Nusa Indah
Rumah Makan Nusa Indah terletak di Jl. Achmad Dahlan No.33 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Kalau naik busway dari Harmoni, turunlah di Terminal Blok M. Trus lanjut naik metromini berkode 72, turun di depan tokonya langsung.

Apa istimewanya rumah makan ini? Rumah Makan Nusa Indah menjual aneka makanan dan cemilan khas dari berbagai daerah di Indonesia. Bakpia Pathok khas jogja dengan berbagai merek bisa lho anda dapatkan di sini. Ting-ting menthe, lempuk durian, Ledre pisang, kerupuk ikan, kripik belut, jenang dodol, semua ada.

Toko ini adalah pilihan tepat bagi anda yang bingung mau beli oleh-oleh apa dari Jakarta. Secara Jakarta langka jajanan khas. Tapi harap maklum ya kalo harga oleh-oleh di toko ini relatif mahal dan tak tercantum tag harga di tiap-tiap barang. Yang tabah aja.. ( ‘⌣’)/(´._.`)

***

Itu aja sih tempat-tempat yang sempat saya kunjungi di Jakarta. Semuanya saya capai hanya dengan angkutan umum (busway, angkot, metromini) dan alhamdulillah tidak pernah nyasar (˘ʃƪ˘). Yang penting rajin-rajin nanya security hotel dan tentu saja mbah gugel.

Rute busway bisa dilihat di sini. Sedangkan rute berbagai angkutan umum di jakarta bisa dicari-cari di website ini. Jangan lupa peta jakartanya di sini qaqa.

Met jalan-jalan! (ɔ ˘⌣˘)/

diusir waktu mendekat ke sini, hahaha

Istiqlal tampak dari monas

Museum BI di Kota Tua

Megahnya Jakarta (saat tidak macet)

Jakarta memang megah (saat tidak macet)

Ahad kemarin saya dan tiga orang teman jalan-jalan ke Barelang. Dua tempat kami kunjungi: Pantai Mirota & Sembulang.

Pantai Mirota terletak di pulau Galang Baru, tak jauh setelah Jembatan V(lima). Pantai Mirota ini bersebelahan dengan Pantai Melur. Sudah 10 tahun kaya’nya saya tak ke Melur. Kalau ke Mirota sih terakhir tahun 2010.

Pantai Mirota tak panjang. Bentangannya hanya 400-an meter dari utara ke selatan. Pasirnya putih, dan ada bebatuan karang di bagian tertentu. Sayangnya, entah kenapa air laut pantai ini relatif keruh. Terutama di dekat pesisir. Melihat warnanya saja bikin saya kehilangan gairah untuk berendam di laut. Teman-teman saya sih tetap nekat, alhasil belakangan badan mereka gatal-gatal.

Di Mirota terdapat cottage-cottage yang bisa disewa oleh anda yang ingin menginap di sini. Tarifnya mulai dari Rp. 400.000/hari. Tapi listrik hanya hidup pada malam hari.

Dari Pantai Mirota, kami meluncur ke Sembulang. Sekitar 17 Km jaraknya. Kami makan siang di Restoran Seafood “Pak Long”. Pak Long itu bahasa melayu. Artinya sama dengan Pak De dalam bahasa jawa, atau Pak Wo dalam baso minang.

Restoran tradisional ini ternyata tak cuma cocok buat tempat makan lho, tapi juga seru buat tempat foto-foto. Pelantarnya yang menjorok ke laut amat sayang kalau tak dioptimasi untuk profile picture. #eh

Laut Mirota tampak dari tempat parkir

Beraksi di Sembulang