Feeds:
Posts
Comments

Ahad kemarin saya dan tiga orang teman jalan-jalan ke Barelang. Dua tempat kami kunjungi: Pantai Mirota & Sembulang.

Pantai Mirota terletak di pulau Galang Baru, tak jauh setelah Jembatan V(lima). Pantai Mirota ini bersebelahan dengan Pantai Melur. Sudah 10 tahun kaya’nya saya tak ke Melur. Kalau ke Mirota sih terakhir tahun 2010.

Pantai Mirota tak panjang. Bentangannya hanya 400-an meter dari utara ke selatan. Pasirnya putih, dan ada bebatuan karang di bagian tertentu. Sayangnya, entah kenapa air laut pantai ini relatif keruh. Terutama di dekat pesisir. Melihat warnanya saja bikin saya kehilangan gairah untuk berendam di laut. Teman-teman saya sih tetap nekat, alhasil belakangan badan mereka gatal-gatal.

Di Mirota terdapat cottage-cottage yang bisa disewa oleh anda yang ingin menginap di sini. Tarifnya mulai dari Rp. 400.000/hari. Tapi listrik hanya hidup pada malam hari.

Dari Pantai Mirota, kami meluncur ke Sembulang. Sekitar 17 Km jaraknya. Kami makan siang di Restoran Seafood “Pak Long”. Pak Long itu bahasa melayu. Artinya sama dengan Pak De dalam bahasa jawa, atau Pak Wo dalam baso minang.

Restoran tradisional ini ternyata tak cuma cocok buat tempat makan lho, tapi juga seru buat tempat foto-foto. Pelantarnya yang menjorok ke laut amat sayang kalau tak dioptimasi untuk profile picture. #eh

Laut Mirota tampak dari tempat parkir

Beraksi di Sembulang

Akhir Maret lalu, saya dan keluarga jalan-jalan ke Pulau Ngenang. Belum pernah dengar? Wajar, ngenang memang bukan pulau wisata.

Pulau Ngenang terletak di sebelah tenggara Pulau Batam. Tepatnya 3 km di seberang laut kawasan pelabuhan Punggur. Secara administratif pulau ngenang masuk dalam wilayah pemerintahan Kota Batam, dan berstatus kelurahan. Pulaunya sepi, cuma berupa perkampungan suku melayu dan kebun-kebun. Sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai nelayan.

Kami ke pulau ngenang dalam rangka silaturahmi ke beberapa kerabat yang tinggal di sini. Dan ada dua hal seru yang saya alami di ngenang:

1. Cuma di pulau ini saya bisa kekenyangan kelapa muda gratis! (˘ڡ˘) Tiap silaturahmi ke rumah kerabat, suguhannya selalu kelapa muda yang baru dipetik dari kebun masing-masing. Minumnya juga nggak pake gelas, tapi langsung glek glek dari buah. Mampir ke tiga rumah kerabat, kami disuguhi tiga kelapa muda. Alhasil: kembung!

2. Menu makan siang kami hari itu khas pulau; ikan bakar. Dan seumur-umur baru kemarin itu saya makan ikan buntal kotak bakar. Ikan buntal kotak ini kulitnya keras. Kalau diketok bunyinya udah kaya ngetok pintu. Untung rasanya gak kaya kayu. Ok malah.

Btw, sebenarnya di pulau ngenang ada pantai berpasir putih. Tapi sayang saya nggak sempat ke sana lantaran jauh. Lokasi pantai itu di timur pulau, sedangkan kerabat-kerabat saya tinggal di barat pulau. Sementara di ngenang tidak ada mobil maupun angkot. Motor aja jarang yang punya…

mendarat di pulau ngenang

jalan kaki menuju rumah kerabat

this is it.. pondok tujuan kami

disuguhi kelapa muda, tapi dipetik dulu...

mari... :)

calon menu makan siang

rumah panggung tradisional di pulau ngenang

Mejeng ma sepupu di pelabuhan

Waktu blogwalking beberapa hari lalu, saya menemukan informasi tentang lomba blog yang diadakan oleh DotSemarang. Tema lombanya bikin tangan saya gatel: “Wisata Impian”. This is such a golden opportunity i’ve been waiting for. Jadi izinkan saya berpanjang-panjang cerita dalam postingan ini, untuk diikutsertakan dalam lomba tersebut. Here we go.. ( ‘⌣’ )9

PREAMBULE

Sejak kuliah, saya hobi sekali sama yang namanya jalan-jalan. Jalan ke mana aja lah, pokoknya jalan ~ menikmati pemandangan, bertemu orang baru, menemukan tempat baru. Berhubung budget dan waktu yang terbatas, sejauh ini saya baru sempat jalan-jalan ke 7 provinsi; Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jakarta, Gorontalo, Bali, dan tempat tinggal saya sendiri; Kepulauan Riau.

Memang tak ada apa-apanya dibandingkan Indonesia yang begini luas. Dan sampai detik ini saya masih punya mimpi suatu saat kelak bisa leluasa menikmati indahnya Indonesia dari Sabang sampai Merauke.

Nah sambil menyimpan mimpi itu, saya mulai aktif di dunia blog. Sekedar sharing informasi seputar tempat-tempat yang pernah saya kunjungi. Siapa tahu bisa menjadi referensi teman-teman yang pengen jalan-jalan ke tempat yang sama. Itulah semangat yang diusung blog jalankemanagitu ini.

Dari semua jenis wisata yang ada (wisata alam, belanja, kuliner, budaya, sejarah, kota), saya lebih memiliki ketertarikan pada jenis wisata alam. Menjelajah pantai, gunung, air terjun atau hutan adalah hal yang sangat saya nikmati. Nah, dari semua tempat wisata alam yang pernah saya kunjungi, berikut dua tempat yang menurut saya paling indah:

Pantai

Pantai terindah yang pernah saya kunjungi adalah Pantai Trikora di Pulau Bintan. Pantai Trikora ini indaaaah luar biasa, dan memiliki paket komplit kesempurnaan pantai wisata; pasir putih halus lembut, laut biru bening bercahaya, dan batuan granit berukuran besar.

Gunung

Wisata pegunungan terindah yang pernah saya kunjungi adalah Danau Beratan di Bedugul, Bali. Nggak tahu apa pas saya ke sini cuacanya lagi bagus atau bagimana, yang jelas danau di ketinggian 1300 meter dpl ini menurut saya baguuus banget. Keindahannya menghipnotis. Perpaduan Danau Beratan, Pura Ulun Danu, latar belakang Gunung Mangu, dan awan-awan yang berarak rendah, adalah keindahan yang harusnya hanya boleh ada di surga, tidak di dunia. *mulai lebay*

*****

# WISATA IMPIAN #

Saya sadar apa yang telah saya nikmati di atas hanyalah seujung kuku dari keindahan alam Indonesia. Masih banyaaak objek wisata alam indah yang belum saya kunjungi, dan lebih banyak lagi keindahan alam Indonesia yang belum terungkap.

Dan sejauh ini, saya punya tiga tempat wisata Impian di Indonesia. Here they are:

Kepulauan Derawan

Beberapa tahun belakangan, Kepulauan Derawan memang semakin kondang menyusul terungkapnya keindahan lautnya yang memukau. Dua hal yang paling keren menurut saya di Derawan adalah: 1. Keindahan alam bawah lautnya. 2. Eksotisme danau kakaban dengan ubur-ubur air tawarnya.

Raja Ampat

Tempat yang satu ini tidak perlu dibahas lagi kali ya. Semua orang Indonesia sudah tahu keindahannya. Keindahan alam bawah laut dan pulau-pulau karst kepulauan wayag (bagian dari raja ampat) telah memukau wisatawan seluruh dunia. Kapan ya bisa ke sana…? (´⌣`ʃƪ)

Puncak Cartenz

Puncak Cartenz adalah salah satu puncak dari pegunungan Jayawijaya, Papua dengan ketinggian 4884 meter. Inilah satu-satunya tempat di Indonesia yang memiliki salju. Bukan salju musiman, tapi salju abadi! Tentu beda tantangannya dibanding sekedar menikmati salju di negeri empat musim.

Itulah dia tiga tempat wisata Impian saya. Semoga diberi kesempatan oleh Allah Yang Maha Kuasa untuk menikmati sejumput surganya di dunia itu. Amien.. (˘ʃƪ˘)

*****

# SEMARANG PESONA ASIA #

Karena tulisan ini diselenggarakan oleh DotSemarang sebagai bagian dari rangkaian 2nd Aniversary Dotsemarang, kurang afdhol rasanya kalau kita tidak sekalian mengupas potensi wisata Semarang.

Saya pernah sekali jalan-jalan ke kota Semarang. Dalam kunjungan singkat itu, memang tak banyak tempat yang saya sambangi, tapi setidaknya saya sudah bisa ‘meraba’ bahwa Semarang sesungguhnya memiliki potensi wisata yang amat kaya.

Kota Semarang (dan juga kabupaten semarang) memiliki kekayaan objek wisata yang lengkap, mulai dari wisata alam, wisata kota, wisata budaya, wisata kuliner, wisata belanja dan wisata sejarah. Kumplit!

Wisata alam misalnya, Semarang punya mulai dari pantai sampai gunung. Di utara, Pantai Marina dan Pantai Maron seolah menjadi batas antara Semarang dengan Laut Jawa, sekaligus menjadi pemenuh hasrat warga Semarang yang ingin menikmati udara laut. Di selatan, Gunung Ungaran berdiri dengan tegaknya setinggi 2050 meter. Dan Gunung Ungaran hadir bukan tanpa makna, tapi membawa serta keindahan alam pegunungan. Umbulsido mukti, Curug Benowo, dan Candi Gedong Songo adalah beberapa objek wisata yang bisa kita nikmati di sekitar gunung ungaran.

Tugu Muda & Lawang Sewu

Wisata budaya dan kuliner? Hoho.. jangan ditanya, semarang jagonya. Secara budaya, Semarang merupakan kota tempat berbaurnya dua suku bangsa besar; Jawa dan Tionghoa. Dua kebudayaan ini tentunya hadir dengan kekayaan kulinernya masing-masing yang bikin Semarang makin eksotis. Beberapa kuliner khas Semarang yang wajip cicip antara lain; lumpia semarang, wingko babat, bandeng presto, bakpia, tahu gimbal, mendoan, tahu campur dan lain-lain. Eergh tiba-tiba jadi laperr.. (ˇ_ˇ)

Wisata kota dan sejarah, ah itu sih Semarang ahlinya. Objek wisata di pusat kota salah satunya adalah kawasan kota lama semarang. Kawasan yang juga dikenal dengan nama Outstadt atau Little Netherland ini selama lebih dua abad menjadi saksi kolonialisme belanda di Semarang. Beberapa objek yang patut dikunjungi di sini antara lain gereja blenduk, polder tawang, stasiun tawang, pasar johar dan jembatan berok.

Dan yang tak boleh dilupakan tentu Tugu Muda dan Lawang Sewu. Inilah salah satu tempat yang paling iconic di Semarang, dan tak boleh dilewatkan kalau anda ke Semarang.

Kesimpulan; dengan anugrah Tuhan berupa objek wisata yang lengkap, Semarang tinggal butuh dua hal agar semakin bersinar. 1, Pengemasan objek wisata menjadi lebih menarik. 2, Promosi yang gencar agar masyarakat international semakin kenal sama Semarang, sang pesona Asia.

Dan salah satu media promosi yang efektif tak lain adalah media internet. Semakin banyak blog dan situs yang membahas tentang wisata Semarang, pasti akan membuat Semarang semakin terkenal, tak cuma di Indonesia tapi juga di dunia.

Ayo ndaa nge-blog yang rajin tentang Semarang!

*foto-foto pinjaman nge-link langsung ke sumber aslinya. semoga tak ada yang tersakiti. ^_^

Senin kemarin untuk pertama kalinya saya jalan-jalan ke Pasar Seken Aviari.

Apa?! Pasar seken???

Iya. Ceritanya  teman saya ada yang lagi butuh jas/blazer, tapi punya budget terbatas. Tahu sendiri kan harga jas atau blazer baru itu nggak ada yang murah. Entah bagaimana terbersitlah ide cemerlang mencari jas/blazer seken. Dan tempat yang paling lengkap tak lain adalah pasar seken aviari.

Pasar seken aviari ini terletak di komplek aviari, batuaji, batam. Berupa beberapa blok ruko dan lapak-lapak kaki lima yang selurunya menjual barang-barang second hand alias seken. Total ada kali 100 toko dan lapak.

Apa saja yang dijual? Lengkap. Yang dominan tentuk produk fashion. Busana laki-laki dan perempuan tersedia lengkap sampai ke pakaian-pakaian dalam segala. Saya sampai nggak habis pikir, apa ada yang mau beli kolor dan beha bekas? -___-

Selain itu dijual juga aneka sepatu – dari boots sampai hi-heel, aneka tas – dari tas tangan sampai koper, seprei, gorden, pakaian dan peralatan olahraga, lemari, sampai kursi refleksi. Semua barang-barang seken tersebut dipasok dari singapura

Soal harga, sangatlah miring, tergantung kepandaian menawar. Saya yang nggak pintar nawar aja kemarin bisa dapat blazer unyu kondisi 95% dengan harga cuma 25% dari harga baru(taksiran saya). Adik saya malah dapat blazer unyuatu(unyu dan sesuatu) dengan harga cuma 30ribu!

Sejauh ini saya dan adek sepakat; yang layak dibeli di sini adalah pakaian-pakaian lapis kedua seperti jas, blazer, jaket atau mantel. Kalau baju lapis pertama mm rasanya agak gimana gitu.. secara kita kan nggak tahu pemilik pertama orangnya kaya’ gimana. Jangan-jangan dia mengidap kadas/kurap/eksim/panu stadium 4…..

Yaa walaupun barang-barang di sini asalnya dari negara maju, tidak menutup kemungkinan kan orang sana punya penyakit kulit.

Selamat berbelanja!

Di post sebelumnya saya sudah cerita tentang betapa indahnya Pantai Trikora di pesisir timur pulau bintan. Pasir putih, laut biru, batu granit, semuanya indah tingkat dewa. Namun rupanya ada ‘gangguan’ yang saya alami sepulang dari trikora. Gangguan yang disebabkan oleh penunggu pantai trikora..

Penunggu yang saya maksud adalah binatang imut-imut bernama agas. Agas adalah sejenis serangga terbang berukuran kecil yang kerap terdapat di kawasan pantai. Kalau kita jalan-jalan ke pantai, agas ini suka hinggap dan menggigit kulit kita. Gigitannya sih tidak sakit, tapi bekas gigitannya itu loh – nauzubillah gatalnya. Makin digaruk makin gatal, sampai luka-luka.

Rasa gatal gigitan agas ini tak hilang sampai berhari-hari. Saya saja, sudah 6 hari meninggalkan pantai trikora tapi masih gatal-gatal. Rasa gatalnya kambuhan, muncul sewaktu-waktu sesuka hati, termasuk ketika tidur malam. Mengganggu sekali! Baru kali ini saya merasakan rasa gatal yang menyiksa.

Bekas gigitan agas yang semula bentol biasa seperti digigit nyamuk, lama kelamaan akan menjadi merah dan akhirnya menghitam. Bekas hitam ini, kata emak saya, tidak akan hilang sampai bertahun-tahun loh. Kasian kan kalo yang digigit perempuan berkulit mulus melepak.. ƪ(‾ε‾“)ʃ

Sekedar saran buat yang mau jalan-jalan ke pantai trikora, gunakanlah lotion anti nyamuk atau minyak tawon sebelum bermain di pantai. Dari hasil googling, cara ini ampuh buat sebagian orang. Tapi kalau mau lebih aman lagi, ya gunakan saja baju lengan panjang dan celana panjang selama di pantai.

Satu hal, keluhan rasa gatal akibat gigitan agas ini tidak dialami semua orang. Heru yang bareng saya ke trikora misalnya, tidak mengalami keluhan gatal-gatal sama sekali. Sepertinya hanya berdampak pada orang yang berdarah manis.

Dan dari hasil googling, pantai-pantai indah di Belitung rupanya juga ditunggui oleh hewan yang sama. So, hati-hati aja kalau anda mau ngetrip ke sana. Yah, pantai bagus terkadang harus dibayar mahal…

Pengalaman orang-orang yang menderita digigit agas bisa dibaca juga di sini, di situ dan di sana.

Met jalan-jalan!

Awal pekan kemarin untuk kedua kalinya saya jalan-jalan ke Pantai Trikora. Dua kali ke pantai ini, dua kali pula saya dibuat terpesona oleh keindahannya.

Awal tahun lalu sebenarnya saya sudah pernah ke Trikora. Waktu itu saya menginap di Bintan Cabana Beach Resort. Dan waktu itu saya benar-benar terpesona oleh keindahan pantai trikora. Pasir putihnya, laut birunya, batu granitnya, semuanya memukau! Dan kemarin lagi-lagi saya dibuat terpukau. Saya dan Heru menemukan bagian pantai trikora yang lebih indah dari Bintan Cabana Beach Resort. Indahnya keterlaluaaaan!!

Secara umum, Pantai Trikora adalah nama pantai yang membentang di sepanjang pesisir timur Pulau Bintan. Belasan kilometer panjangnya, mungkin lebih. Saya sempat menjelajah mulai dari kawasan Kawal di selatan, sampai ke Bukit Kursi Resort di utara. Sebenarnya masih berkilo-kilo meter lagi ke utara, tapi tidak sempat saya jelajahi.

Karena begitu panjangnya, kondisi pantai trikora berbeda-beda di setiap tempat. Ada bagian yang biasa aja, ada juga yang baguuuuusss banget! Ruas-ruas pantai yang bagus biasanya sudah dibangun menjadi resort wisata, contohnya Nostalgia Yasin Bungalow dan Bintan Cabana Beach Resort.

Beruntung kemarin saya dan Heru menemukan ruas pantai trikora yang belum dijadikan resort, tapi baguuuss banget. Lokasinya, kalau dari arah Kawal, terletak persis sebelum Bukit Kursi Resort. Secara administratif masuk wilayah desa Malang Rapat, kecamatan Gunung Kijang, kabupaten Bintan.

Saking indahnya, saya dan Heru sampai bela-belain dua kali lho ke sini pada hari berbeda. Padahal letaknya jauh banget, 40 km dari Tanjung Pinang.

Pantai yang saya kunjungi ini punya segalanya: pasir putih seputih hatiku, laut biru nan bening, serta batuan granit berukuran besar kaya’ di pulau Belitung. Ada juga pondok-pondok kecil yang bisa disewa kalau gak mau berjemur matahari.

Saat air laut pasang, muncul beting-beting pasir di tengah laut yang berkilauan diterpa sinar matahari. Indaah banget. Pasti bagus buat tempat foto prewed. #eh

Akhirul kalam, maha suci Allah yang menciptakan pantai seindah ini. Kalau, Bintan saja seindah ini, Belitung dan Anambas pasti lebih indah lagi. Ahh jadi pengen… (´⌣`ʃƪ)

NB:

Meski indah luar biasa, sebenarnya pantai trikora berada di bawah bayang-bayang ancaman. Yaitu limbah oli/minyak yang dibuang oleh kapal-kapal di laut sekitar pulau bintan. Saya dua kali menemukan sisa-sisa oli tersebut mengotori beberapa bagian pantai. Sayang sekali. Semoga yang melakukan diberi hidayah oleh Allah Swt. (˘ʃƪ˘)

Satu-satunya sumber informasi lengkap yang saya dapat tentang Air Terjun Gunung Lengkuas adalah sebuah artikel di batam.tribunnews.com. Artikel itulah yang memotivasi saya selasa kemarin jauh-jauh mencari air terjun ini.

Sempat sedikit nyasar juga kemarin, lantaran tak ada satu pun petunjuk jalan yang memandu kami ke air terjun ini. Alhamdulillah ada GPS yang tingkat akurasinya 100%. GPS = Guidance Penduduk Setempat. Muahahaha

Gunung Lengkuas terletak antara Tanjung Pinang dan Kijang. Kalau kita dari arah Tanjung Pinang, begitu sampai di pertigaan sebelum masjid Nurul Huda kelurahan gunung lengkuas, beloklah ke kanan. Lurus sekitar 500 meter, kemudian jika anda melihat plang bertuliskan Gang Wisata di kanan jalan, beloklah kiri di sebuah jalan tanah. Dari sini jarak ke air terjun tinggal sekitar 1 km.

Kendaraan tidak bisa dibawa sampai ke air terjun. Yang bawa mobil atau motor parkirkan saja di sebuah rumah kosong sebelum masuk kebun jeruk. Setelah itu lanjutkan dengan berjalan kaki sejauh 800 meter. Buat yang pakai motor, harap dikunci dobel ya.

Gunung Lengkuas sebenarnya hanyalah sebuah bukit. Tingginya aja cuma 200 meter. Jadi, dengan ‘gunung’ setinggi itu kebayang kan air terjun yang dihasilkan? Jelas mustahil bisa sebesar air terjun Grojogan Sewu yang sumbernya saja dari Gunung Lawu setinggi 3.265 meter.

Debit air terjun gunung lengkuas kecil saja, mengalir menuruni bebatuan besar berbentuk seperti anak tangga setinggi 20 meter. Kalau di Jawa Timur, arsitektur air terjun ini mirip-mirip air terjun Irenggolo. Airnya bersih karena berasal langsung dari hutan.

Menurut saya, air terjun gunung lengkuas ini jauh lebih bagus daripada air terjun gunung bintan yang saya kunjungi sehari sebelumnya. Meski airnya sama-sama kecil, tapi air terjun gunung lengkuas lebih nyeni.

Tips buat yang pengen maen ke sini, datanglah setelah hujan deras atau pada musim penghujan, supaya air terjunnya melimpah dan kita bisa berenang di kolam air terjunnya.

Met jalan-jalan! :)