Feeds:
Posts
Comments

Selamat Berpuasa!

Ramadhan sesaat lagi menjelang. Mari putar rute jalan-jalan kita ke masjid-masjid terdekat. Tarawih di masjid-masjid berbeda setiap malamnya ternyata seru loh kawan. Saya sudah dua tahun terakhir menjalankannya.

Dan saya mendapati fenomena bahwa semakin ke sini semakin sulit menemukan masjid yang melaksanakan tarawih+witir 23 rakaat. Apakah ini bukti bahwa kita semakin malas? Entahlah. Yang jelas, gapapa banget kok kita melaksanakan tarawih+witir yang sebelas rakaat, karena lebih sesuai dengan contoh yang dilakukan Rasulullah tercinta Muhammad SAW. Allahua’lam.

Btw, untuk teman-teman di batam, berikut terlampir jadwal imsakiyah ramadhan alias jadwal puasa 2012 untuk kota Batam dan sekitarnya. Semoga bermanfaat.

:) SELAMAT MERAYAKAN IBADAH PUASA :)

Pada suatu akhir pekan di akhir Juni lalu, saya dan keluarga besar BTN Syariah Batam liburan ke Nongsa Point Marina (NPM), sebuah resort wisata di semenanjung Nongsa, Batam, Kepulauan Riau.

Tempat menginap kami berupa villa. Ada villa yang tiga kamar, ada yang dua kamar. Villa berisi tiga kamar tarifnya 1,5 juta permalam. Sementara yang dua kamar, 300 ribu lebih murah.

Sesuai standar villa, di dalamnya ada ruang santai, balkon, ruang makan, dan dapur lengkap dengan kompor gas dan kulkas. Dengan fasilitas sebanyak itu, agak sayang sebenarnya kalau cuma nginap sehari di NPM. Dapur jadi nggak kepake sama sekali. *perhitungan*

NPM terletak persis bersebelahan dengan Turi Beach Resort. Sepertinya dua resort ini masih satu grup. Soalnya ketika kami memesan fasilitas jetski dan kano ke manajemen NPM, semuanya malah disediakan oleh Turi Beach Resort. NPM sendiri tidak punya fasilitas ini.

***

Dan sabtu sore itu kami habiskan waktu dengan berjetski ria. Seru buanget, apalagi dilakukan di laut Selat Singapura. Kalau mau nekat, jetski bisa kita pacu sampai ke perairan singapura atau malaysia lho. Tapi siap-siap aja dihadang kapal angkatan laut kedua negeri jiran tersebut.

Soal pemandangan, panorama pantai Turi Beach Resort jauh lebih indah daripada Nongsa Point Marina. Turi punya koleksi batuan granit lebih banyak. Juga punya pelantar dan kafe pinggir pantai yang didesain mirip-mirip tanah lot bali.

So, kalau nginap di NPM jangan lewatkan kesempatan menikmati keindahan pantai Turi Beach Resort sekalian. Kedua resort ini terhubung kok via jalan kecil di sepanjang pesisir pantai.

Eh ini tulisan kok jadi lebih banyak mbahas Turi ya daripada NPM? *tepok jidat*

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Jakarta!

Baru balik dari jakarta nih. Tepat tiga minggu saya di sana dalam rangka pelatihan kerja. Alhamdulillah ilmunya dapat, funnya juga dapet, karena pelatihannya pake acara outbond ke kawasan puncak bogor segala. Belakangan kami juga diinapkan di hotel yang dekeet banget sama monas. Kepeleset nyampe. Buat saya yang bukan orang jakarta proximity dengan monas ini ‘sesuatu’.

Waktu libur, saya sempat jalan ke beberapa tempat yang jadi landmark Jakarta. Semuanya murah meriah, cocok untuk backpacker kere kaya’ saya. ƪ(‾ε‾“)ʃ  Semoga bisa menjadi referensi bagi anda yang ingin muter-muter Jakarta juga. Here they are:

1. Monas (Monumen Nasional)

Monas di pagi hari

Landmark nomor 1 Jakarta ini letaknya tak jauh dari hotel tempat saya menginap (N Hotel). Jalan kaki juga nyampe. Pagi-pagi di Monas kita bisa jogging atau bersepeda mengelilingi tugu berpuncak emas itu. Kalau males olahraga, masuk aja ke dalem monasnya. Hanya dengan membayar Rp.2500 kita udah bisa masuk ke Hall yang memajang puluhan diorama 3 dimensi tentang sejarah perjuangan bangsa indonesia. Bayar Rp.7500 lagi kita sudah bisa naik ke puncak monas. Tapi kalo mau naik ke puncak jangan datang pas weekend ya. Antriannya nauzubillah!

Oya, monas ini letaknya bersebelahan dengan komplek Istana Negara. Kantor Pak SBY ini dibuka untuk umum setiap akhir pekan. Silakan kalau mau mampir.

2. Masjid Istiqlal


Masjid terbesar di Indonesia ini letaknya juga nggak jauh dari monas. Dari hotel saya, sekitar 1km. Waktu hari jumat saya sempat jalan kaki dari hotel ke masjid ini. Dan jaraknya ternyata lumayan bikin gempor. Untung setiap langkah dihitung pahala oleh Allah. :’)

3. Bundaran HI (Hotel Indonesia)


Ini juga landmark kota Jakarta. Dari N hotel bisa dicapai dengan busway via halte Harmoni. Naik yang jurusan Blok M, turun di Halte Bunderan HI.

Di Bundaran HI kita ya cuma foto-foto. Kalo malam tempat ini dijadikan lokasi pacaran sama abegeh-abegeh alay Jakarta. Sementara kalo weekend dijadikan tempat syuting berita sama tvone.

Di seberang Bundaran HI ada sebuah mall bernama Grand Indonesia. Mallnya mewah. Lumayan buat tempat ngadem, meski sebenarnya kurang cocok buat para backpacker kere, hahaha.

4. Kota Tua


Nah di sini banyak yang bisa diexplore. Untuk sampai ke sini, kalau dari halte busway Harmoni, tinggal naik aja yang jurusan Kota.

Pusat Kota Tua berlokasi di Taman Fatahillah. Taman Fatahillah ini dikelilingi oleh gedung-gedung tua peninggalan Belanda yang difungsikan sebagai museum; Museum Fatahillah, Museum Wayang dan Museum Seni Rupa dan Keramik. Selain itu terdapat pula beberapa museum lain seperti museum BI dan museum Bank Mandiri.

Mengitari kawasan Kota Tua sebenarnya cukup dengan berjalan kaki. Tapi jika anda ingin mencoba pengalaman lain, silakan menyewa sepeda onthel. Kita akan mendapat pinjaman topi kompeni yang bikin aksi foto-foto jadi tampak klasik.

Btw, kawasan kota tua jakarta ini mengingatkan saya pada kawasan jembatan merah, Surabaya. Identik.

5. Pasar Tanah Abang
Inilah dia pasar tekstil terbesar di tanah air. Pengusaha toko baju dari seluruh Indonesia belanja grosiran ya di sini ini. Gedungnya luaaas, berblok-blok, dan ramenya minta ampun.

Namanya juga pasar grosir, kebanyakan toko tidak menjual barang secara eceran. Sekalipun ada, harganya ya jadi lebih mahal. Saya sempat membeli beberapa kemeja kerja merek Alisan di sini.  Harganya emang jauh lebih murah dibandingkan department store yang SPGnya semua berstocking hitam itu… #nomention

6. Pasar Senen
Nah buat anda yang hobi baca, jangan lewatkan kesempatan belanja buku-buku murah di Pasar Senen. Di lantai 4 ada semacam pasar buku murah. Buku baru, buku bekas sampai buku bajakan ada di sini. Kemampuan tawar-menawar pun wajib hukumnya dimiliki.

Tapi kalo anda nggak mau panas-panasan di Pasar Senen, di Jalan Kwitang yang tak jauh dari Pasar Senen juga banyak berjejer toko-toko buku. Pilihan di tangan anda.

7. Rumah Makan Nusa Indah
Rumah Makan Nusa Indah terletak di Jl. Achmad Dahlan No.33 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Kalau naik busway dari Harmoni, turunlah di Terminal Blok M. Trus lanjut naik metromini berkode 72, turun di depan tokonya langsung.

Apa istimewanya rumah makan ini? Rumah Makan Nusa Indah menjual aneka makanan dan cemilan khas dari berbagai daerah di Indonesia. Bakpia Pathok khas jogja dengan berbagai merek bisa lho anda dapatkan di sini. Ting-ting menthe, lempuk durian, Ledre pisang, kerupuk ikan, kripik belut, jenang dodol, semua ada.

Toko ini adalah pilihan tepat bagi anda yang bingung mau beli oleh-oleh apa dari Jakarta. Secara Jakarta langka jajanan khas. Tapi harap maklum ya kalo harga oleh-oleh di toko ini relatif mahal dan tak tercantum tag harga di tiap-tiap barang. Yang tabah aja.. ( ‘⌣’)/(´._.`)

***

Itu aja sih tempat-tempat yang sempat saya kunjungi di Jakarta. Semuanya saya capai hanya dengan angkutan umum (busway, angkot, metromini) dan alhamdulillah tidak pernah nyasar (˘ʃƪ˘). Yang penting rajin-rajin nanya security hotel dan tentu saja mbah gugel.

Rute busway bisa dilihat di sini. Sedangkan rute berbagai angkutan umum di jakarta bisa dicari-cari di website ini. Jangan lupa peta jakartanya di sini qaqa.

Met jalan-jalan! (ɔ ˘⌣˘)/

diusir waktu mendekat ke sini, hahaha

Istiqlal tampak dari monas

Museum BI di Kota Tua

Megahnya Jakarta (saat tidak macet)

Jakarta memang megah (saat tidak macet)

Ahad kemarin saya dan tiga orang teman jalan-jalan ke Barelang. Dua tempat kami kunjungi: Pantai Mirota & Sembulang.

Pantai Mirota terletak di pulau Galang Baru, tak jauh setelah Jembatan V(lima). Pantai Mirota ini bersebelahan dengan Pantai Melur. Sudah 10 tahun kaya’nya saya tak ke Melur. Kalau ke Mirota sih terakhir tahun 2010.

Pantai Mirota tak panjang. Bentangannya hanya 400-an meter dari utara ke selatan. Pasirnya putih, dan ada bebatuan karang di bagian tertentu. Sayangnya, entah kenapa air laut pantai ini relatif keruh. Terutama di dekat pesisir. Melihat warnanya saja bikin saya kehilangan gairah untuk berendam di laut. Teman-teman saya sih tetap nekat, alhasil belakangan badan mereka gatal-gatal.

Di Mirota terdapat cottage-cottage yang bisa disewa oleh anda yang ingin menginap di sini. Tarifnya mulai dari Rp. 400.000/hari. Tapi listrik hanya hidup pada malam hari.

Dari Pantai Mirota, kami meluncur ke Sembulang. Sekitar 17 Km jaraknya. Kami makan siang di Restoran Seafood “Pak Long”. Pak Long itu bahasa melayu. Artinya sama dengan Pak De dalam bahasa jawa, atau Pak Wo dalam baso minang.

Restoran tradisional ini ternyata tak cuma cocok buat tempat makan lho, tapi juga seru buat tempat foto-foto. Pelantarnya yang menjorok ke laut amat sayang kalau tak dioptimasi untuk profile picture. #eh

Laut Mirota tampak dari tempat parkir

Beraksi di Sembulang

Akhir Maret lalu, saya dan keluarga jalan-jalan ke Pulau Ngenang. Belum pernah dengar? Wajar, ngenang memang bukan pulau wisata.

Pulau Ngenang terletak di sebelah tenggara Pulau Batam. Tepatnya 3 km di seberang laut kawasan pelabuhan Punggur. Secara administratif pulau ngenang masuk dalam wilayah pemerintahan Kota Batam, dan berstatus kelurahan. Pulaunya sepi, cuma berupa perkampungan suku melayu dan kebun-kebun. Sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai nelayan.

Kami ke pulau ngenang dalam rangka silaturahmi ke beberapa kerabat yang tinggal di sini. Dan ada dua hal seru yang saya alami di ngenang:

1. Cuma di pulau ini saya bisa kekenyangan kelapa muda gratis! (˘ڡ˘) Tiap silaturahmi ke rumah kerabat, suguhannya selalu kelapa muda yang baru dipetik dari kebun masing-masing. Minumnya juga nggak pake gelas, tapi langsung glek glek dari buah. Mampir ke tiga rumah kerabat, kami disuguhi tiga kelapa muda. Alhasil: kembung!

2. Menu makan siang kami hari itu khas pulau; ikan bakar. Dan seumur-umur baru kemarin itu saya makan ikan buntal kotak bakar. Ikan buntal kotak ini kulitnya keras. Kalau diketok bunyinya udah kaya ngetok pintu. Untung rasanya gak kaya kayu. Ok malah.

Btw, sebenarnya di pulau ngenang ada pantai berpasir putih. Tapi sayang saya nggak sempat ke sana lantaran jauh. Lokasi pantai itu di timur pulau, sedangkan kerabat-kerabat saya tinggal di barat pulau. Sementara di ngenang tidak ada mobil maupun angkot. Motor aja jarang yang punya…

mendarat di pulau ngenang

jalan kaki menuju rumah kerabat

this is it.. pondok tujuan kami

disuguhi kelapa muda, tapi dipetik dulu...

mari... :)

calon menu makan siang

rumah panggung tradisional di pulau ngenang

Mejeng ma sepupu di pelabuhan

Waktu blogwalking beberapa hari lalu, saya menemukan informasi tentang lomba blog yang diadakan oleh DotSemarang. Tema lombanya bikin tangan saya gatel: “Wisata Impian”. This is such a golden opportunity i’ve been waiting for. Jadi izinkan saya berpanjang-panjang cerita dalam postingan ini, untuk diikutsertakan dalam lomba tersebut. Here we go.. ( ‘⌣’ )9

PREAMBULE

Sejak kuliah, saya hobi sekali sama yang namanya jalan-jalan. Jalan ke mana aja lah, pokoknya jalan ~ menikmati pemandangan, bertemu orang baru, menemukan tempat baru. Berhubung budget dan waktu yang terbatas, sejauh ini saya baru sempat jalan-jalan ke 7 provinsi; Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jakarta, Gorontalo, Bali, dan tempat tinggal saya sendiri; Kepulauan Riau.

Memang tak ada apa-apanya dibandingkan Indonesia yang begini luas. Dan sampai detik ini saya masih punya mimpi suatu saat kelak bisa leluasa menikmati indahnya Indonesia dari Sabang sampai Merauke.

Nah sambil menyimpan mimpi itu, saya mulai aktif di dunia blog. Sekedar sharing informasi seputar tempat-tempat yang pernah saya kunjungi. Siapa tahu bisa menjadi referensi teman-teman yang pengen jalan-jalan ke tempat yang sama. Itulah semangat yang diusung blog jalankemanagitu ini.

Dari semua jenis wisata yang ada (wisata alam, belanja, kuliner, budaya, sejarah, kota), saya lebih memiliki ketertarikan pada jenis wisata alam. Menjelajah pantai, gunung, air terjun atau hutan adalah hal yang sangat saya nikmati. Nah, dari semua tempat wisata alam yang pernah saya kunjungi, berikut dua tempat yang menurut saya paling indah:

Pantai

Pantai terindah yang pernah saya kunjungi adalah Pantai Trikora di Pulau Bintan. Pantai Trikora ini indaaaah luar biasa, dan memiliki paket komplit kesempurnaan pantai wisata; pasir putih halus lembut, laut biru bening bercahaya, dan batuan granit berukuran besar.

Gunung

Wisata pegunungan terindah yang pernah saya kunjungi adalah Danau Beratan di Bedugul, Bali. Nggak tahu apa pas saya ke sini cuacanya lagi bagus atau bagimana, yang jelas danau di ketinggian 1300 meter dpl ini menurut saya baguuus banget. Keindahannya menghipnotis. Perpaduan Danau Beratan, Pura Ulun Danu, latar belakang Gunung Mangu, dan awan-awan yang berarak rendah, adalah keindahan yang harusnya hanya boleh ada di surga, tidak di dunia. *mulai lebay*

*****

# WISATA IMPIAN #

Saya sadar apa yang telah saya nikmati di atas hanyalah seujung kuku dari keindahan alam Indonesia. Masih banyaaak objek wisata alam indah yang belum saya kunjungi, dan lebih banyak lagi keindahan alam Indonesia yang belum terungkap.

Dan sejauh ini, saya punya tiga tempat wisata Impian di Indonesia. Here they are:

Kepulauan Derawan

Beberapa tahun belakangan, Kepulauan Derawan memang semakin kondang menyusul terungkapnya keindahan lautnya yang memukau. Dua hal yang paling keren menurut saya di Derawan adalah: 1. Keindahan alam bawah lautnya. 2. Eksotisme danau kakaban dengan ubur-ubur air tawarnya.

Raja Ampat

Tempat yang satu ini tidak perlu dibahas lagi kali ya. Semua orang Indonesia sudah tahu keindahannya. Keindahan alam bawah laut dan pulau-pulau karst kepulauan wayag (bagian dari raja ampat) telah memukau wisatawan seluruh dunia. Kapan ya bisa ke sana…? (´⌣`ʃƪ)

Puncak Cartenz

Puncak Cartenz adalah salah satu puncak dari pegunungan Jayawijaya, Papua dengan ketinggian 4884 meter. Inilah satu-satunya tempat di Indonesia yang memiliki salju. Bukan salju musiman, tapi salju abadi! Tentu beda tantangannya dibanding sekedar menikmati salju di negeri empat musim.

Itulah dia tiga tempat wisata Impian saya. Semoga diberi kesempatan oleh Allah Yang Maha Kuasa untuk menikmati sejumput surganya di dunia itu. Amien.. (˘ʃƪ˘)

*****

# SEMARANG PESONA ASIA #

Karena tulisan ini diselenggarakan oleh DotSemarang sebagai bagian dari rangkaian 2nd Aniversary Dotsemarang, kurang afdhol rasanya kalau kita tidak sekalian mengupas potensi wisata Semarang.

Saya pernah sekali jalan-jalan ke kota Semarang. Dalam kunjungan singkat itu, memang tak banyak tempat yang saya sambangi, tapi setidaknya saya sudah bisa ‘meraba’ bahwa Semarang sesungguhnya memiliki potensi wisata yang amat kaya.

Kota Semarang (dan juga kabupaten semarang) memiliki kekayaan objek wisata yang lengkap, mulai dari wisata alam, wisata kota, wisata budaya, wisata kuliner, wisata belanja dan wisata sejarah. Kumplit!

Wisata alam misalnya, Semarang punya mulai dari pantai sampai gunung. Di utara, Pantai Marina dan Pantai Maron seolah menjadi batas antara Semarang dengan Laut Jawa, sekaligus menjadi pemenuh hasrat warga Semarang yang ingin menikmati udara laut. Di selatan, Gunung Ungaran berdiri dengan tegaknya setinggi 2050 meter. Dan Gunung Ungaran hadir bukan tanpa makna, tapi membawa serta keindahan alam pegunungan. Umbulsido mukti, Curug Benowo, dan Candi Gedong Songo adalah beberapa objek wisata yang bisa kita nikmati di sekitar gunung ungaran.

Tugu Muda & Lawang Sewu

Wisata budaya dan kuliner? Hoho.. jangan ditanya, semarang jagonya. Secara budaya, Semarang merupakan kota tempat berbaurnya dua suku bangsa besar; Jawa dan Tionghoa. Dua kebudayaan ini tentunya hadir dengan kekayaan kulinernya masing-masing yang bikin Semarang makin eksotis. Beberapa kuliner khas Semarang yang wajip cicip antara lain; lumpia semarang, wingko babat, bandeng presto, bakpia, tahu gimbal, mendoan, tahu campur dan lain-lain. Eergh tiba-tiba jadi laperr.. (ˇ_ˇ)

Wisata kota dan sejarah, ah itu sih Semarang ahlinya. Objek wisata di pusat kota salah satunya adalah kawasan kota lama semarang. Kawasan yang juga dikenal dengan nama Outstadt atau Little Netherland ini selama lebih dua abad menjadi saksi kolonialisme belanda di Semarang. Beberapa objek yang patut dikunjungi di sini antara lain gereja blenduk, polder tawang, stasiun tawang, pasar johar dan jembatan berok.

Dan yang tak boleh dilupakan tentu Tugu Muda dan Lawang Sewu. Inilah salah satu tempat yang paling iconic di Semarang, dan tak boleh dilewatkan kalau anda ke Semarang.

Kesimpulan; dengan anugrah Tuhan berupa objek wisata yang lengkap, Semarang tinggal butuh dua hal agar semakin bersinar. 1, Pengemasan objek wisata menjadi lebih menarik. 2, Promosi yang gencar agar masyarakat international semakin kenal sama Semarang, sang pesona Asia.

Dan salah satu media promosi yang efektif tak lain adalah media internet. Semakin banyak blog dan situs yang membahas tentang wisata Semarang, pasti akan membuat Semarang semakin terkenal, tak cuma di Indonesia tapi juga di dunia.

Ayo ndaa nge-blog yang rajin tentang Semarang!

*foto-foto pinjaman nge-link langsung ke sumber aslinya. semoga tak ada yang tersakiti. ^_^

Senin kemarin untuk pertama kalinya saya jalan-jalan ke Pasar Seken Aviari.

Apa?! Pasar seken???

Iya. Ceritanya  teman saya ada yang lagi butuh jas/blazer, tapi punya budget terbatas. Tahu sendiri kan harga jas atau blazer baru itu nggak ada yang murah. Entah bagaimana terbersitlah ide cemerlang mencari jas/blazer seken. Dan tempat yang paling lengkap tak lain adalah pasar seken aviari.

Pasar seken aviari ini terletak di komplek aviari, batuaji, batam. Berupa beberapa blok ruko dan lapak-lapak kaki lima yang selurunya menjual barang-barang second hand alias seken. Total ada kali 100 toko dan lapak.

Apa saja yang dijual? Lengkap. Yang dominan tentuk produk fashion. Busana laki-laki dan perempuan tersedia lengkap sampai ke pakaian-pakaian dalam segala. Saya sampai nggak habis pikir, apa ada yang mau beli kolor dan beha bekas? -___-

Selain itu dijual juga aneka sepatu – dari boots sampai hi-heel, aneka tas – dari tas tangan sampai koper, seprei, gorden, pakaian dan peralatan olahraga, lemari, sampai kursi refleksi. Semua barang-barang seken tersebut dipasok dari singapura

Soal harga, sangatlah miring, tergantung kepandaian menawar. Saya yang nggak pintar nawar aja kemarin bisa dapat blazer unyu kondisi 95% dengan harga cuma 25% dari harga baru(taksiran saya). Adik saya malah dapat blazer unyuatu(unyu dan sesuatu) dengan harga cuma 30ribu!

Sejauh ini saya dan adek sepakat; yang layak dibeli di sini adalah pakaian-pakaian lapis kedua seperti jas, blazer, jaket atau mantel. Kalau baju lapis pertama mm rasanya agak gimana gitu.. secara kita kan nggak tahu pemilik pertama orangnya kaya’ gimana. Jangan-jangan dia mengidap kadas/kurap/eksim/panu stadium 4…..

Yaa walaupun barang-barang di sini asalnya dari negara maju, tidak menutup kemungkinan kan orang sana punya penyakit kulit.

Selamat berbelanja!