Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘wisata pantai batam’

pantai indah pulau lengkana

Saya selalu suka jalan-jalan ke pulau-pulau kecil di sekitar batam. Seru aja gitu, menikmati pantai dan laut di pulau yang sepi tanpa penghuni macam pulau putri, pulau awi, dan pulau kura. Sabtu yang lewat giliran saya ke Pulau Lengkana.

Pulau Lengkana mungkin banyak yang belum pernah dengar. Tapi kalau Belakang Padang, semua orang Batam pasti tahu. Nah, pulau Lengkana ini letaknya persis di utara Pulau Belakang Padang.

(more…)

Read Full Post »

Laut Bening Pulau Abang

Untuk paket snorkeling ke Pulau Abang, cek –> di sini.

Hari sabtu lalu saya bersama Taufiq & Mas Rahmat (teman kerja di BTN Syariah) jalan-jalan ke Pulau Abang. Orang batam pasti pernah dengar tentang pulau ini. Potensi dan pesona wisata bawah lautnya berkali-kali diliput oleh media lokal bahkan media nasional. Perjalanan kami bertiga kali ini dimaksudkan untuk survey, sebelum grup yang lebih besar berkunjung ke pulau abang.

Ba’da subuh kami sudah meluncur ke Pulau Galang Baru dengan sepeda motor. Letaknya lumayan jauh. 70km dari Batam Center. Awalnya sempat ragu absolute revo saya yang mulai tua sanggup menempuh jarak sejauh itu pulang pergi. Tapi alhamdulillah sampai di rumah motor saya sehat-sehat saja. (˘⌣˘)

Enam jembatan di kawasan Barelang kami lintasi, termasuk jembatan terakhir yang saat ini bergeser semeter gara-gara ditabrak kapal tiga bulan lalu. 12 km dari jembatan VI terdapat pelabuhan Sungai Budus. Dari sinilah kami akan menyeberang ke pulau abang menggunakan perahu pompong.

Pukul 09.00 kami dijemput oleh abang Torres. Beliau adalah penyedia jasa penyeberangan ke pulau abang. Tarif menyeberang Rp.20.000/orang. Tidak ada transportasi rutin dari pelabuhan sungai budus ke pulau abang. Sehingga kalau mau menyeberang mesti mengontak beliau atau menumpang kapal ikan yang jadwal sandarnya tak bisa dipastikan.

20 menit di atas pompong sampailah kamu di pulau abang kecil. Di sini terdapat sebuah kampung yang cukup ramai, setingkat kelurahan. Kami langsung menuju ke satu-satunya sekolah di kampung ini untuk bertemu dengan abang Ledi Seman. Beliau adalah ketua pengembangan pariwisata pulau abang. Kami disambut hangat dan diajak ngobrol-ngobrol di ruang guru yang pagi itu tampak lengang.

Bang Ledi menjelaskan bahwa daya tarik utama pariwisata pulau abang adalah wisata bawah lautnya, seperti diving(menyelam), snorkling, termasuk fishing(memancing). Sayangnya kegiatan diving dan snorkling sementara sedang vakum lantaran semua peralatannya rusak. Kemungkinan paling cepat baru bulan Oktober peralatannya tersedia lagi. Itu pun tergantung kegesitan dinas pariwisata kota batam.

Selesai ngobrol, kami diantar bang ledi untuk melihat-lihat beberapa pantai dan spot diving di kepulauan abang. Dengan pompongnya pertama kami diantar ke Pantai Pulau Dedap. Pulau ini berjarak sekitar 15 menit perjalanan dari desa pulau abang. Pantainya bagus. Berpasir putih mulus dengan pesisir yang sangat landai. Lautnya tak usah ditanya; beniiing. Saya jadi teringat pantai trikora III Bintan. Bedanya pantai ini bersih secara alami tanpa ada yang merawat.

Menurut bang ledi inilah salah satu pantai terbaik di kepulauan abang. Beliau juga menegaskan kembali bahwa yang istimewa di pulau abang bukanlah wisata pantai, melainkan wisata bawah lautnya; diving & snorkling.

Dari pantai pulau dedap kami diantar ke spot diving di pulau sawang. Lokasinya hanya beberapa ratus meter dari pulau dedap. Dari atas perahu kami bisa melihat keindahan terumbu karang nun lima meter di bawah permukaan laut. Sayang DSLR dan pocket Canon yang kami bawa tak sanggup merekam sedikiit saja keindahan terumbu karangnya. (ˇ_ˇ)

Selanjutnya kami dibawa ke perairan pulau sepintu. Di sini juga terdapat spot diving. Terumbu karangnya tampak lebih dekat karena cuma 2-3 meter di bawah permukaan laut. Terumbu-terumbu seksi berbentuk bunga itu melambai-lambai minta diselami. ƪ(‾ε‾“)ʃ

Bang Ledi menjelaskan; waktu terbaik untuk diving dan snorkling di pulau abang adalah antara bulan maret sampai mei. Pada bulan-bulan tersebut air luat bening dan tenang seperti kaca. Bulan oktober juga tergolong baik. Selain empat bulan di atas, maka snorkling dan diving tidak disarankan untuk dilakukan dikarenakan ombak yang kuat atau populasi ubur-ubur yang meningkat pesat.

Tarif diving adalah Rp.5.000.000/6 orang. Dengan harga segitu kita akan diantar nyelam seharian dengan peralatan lengkap, plus disediakan makan siang.

Untuk snorkling, harganya tidak paketan, melainkan perorang. Ongkos transportasi Rp.50.000-Rp.60.000 perorang. Biaya sewa alat snorkling Rp.30.000/orang. Dan biaya makan siang Rp.20.000/orang. Minimal peserta 5 orang. Semakin banyak peserta, sepertinya bisa nego harga. (ʃ⌣ƪ)

Dari pulau sepintu kami dibawa bang ledi ke Pantai Pasir Merah. Sebenarnya masih ada beberapa spot diving lagi yang bisa dikunjungi. Di antaranya Pulau Hantu(menurut bang ledi terumbu karang di sini lebih bagus daripada pulau sawang dan pulau sepintu) dan Pulau Pengalap (terdapat spesies blue coral yang langka).

Pantai pasir merah terletak di ujung selatan pulau abang kecil. Letaknya hanya 200an meter dari pemukiman penduduk. Disebut pantai pasir merah karena pasirnya berwarna orange (Loh?). Menurut saya pasir pantainya biasa saja. Yang bagus adalah lautnya yang masih bening, tak seperti pantai-pantai di batam yang airnya mulai keruh tak menentu.

Di pantai pasir merah kami bersantai sejak sebelum zuhur sampai menjelang ashar. Berenang – foto-foto – shalat di atas pasir. Menjelang sore kami balik ke kampung. Menanti kapal ikan yang akan mengantar kami pulang ke pelabuhan sungai budus. Tak ada oleh-oleh yang kami bawa sore itu, hanya sejumput harapan semoga bulan oktober alat snorkling sudah tersedia. Amin.

Sarapan dulu di jembatan II barelang. Suasana masih gelap

foto-foto di jembatan VI yang sempat ketabrak kapal

di pelabuhan sungai budus

membaca peta pulau abang

naik pompong, menyeberang ke pulau abang

hampir sampai di pulau abang

selamat datang di pulau abang kecil

pantai pulau dedap

dua pulau ini disebut pulau sawang

maafkan kami yang gagal mengambil foto terumbu karang :(

dua pulau ini disebut pulau sepintu

pantai pasir merah

tingkah polah bocah

menonton ‘budak-budak melayu’ berenang

sekarang giliran kami! :D

bersiap pulang

dengan kapal serupa ini kami pulang

menjelang sunset di pulau galang baru

Read Full Post »

Lokasi: Pantai Panau, Batam

Waktu: Suatu Sore

Read Full Post »

Liburan tahun baru usai sudah. Teman-teman pada ke mana nih? Kalau saya sederhana, liburan kemarin 100% saya habiskan bersama keluarga.

Pas malam tahun baru, saya, emak, bapak, sepupu, sampe keponakan nonton kembang api di dua tempat berbeda. Pertama di pantai batu merah, batam. Dari sini kami menonton pesta kembang apinya negara singapura. Kebetulan batu merah berhadapan langsung dengan marina bay, tempat pesta kembang api Singapura dilangsungkan.

Berhubung waktu singapura satu jam lebih cepat dari batam, maka baru jam 23.00 WIB kembang api di negara kecil itu sudah meledak meletup. Kembang apinya cuma kelihatan imut-imut, secara jauhnya hampir 20 km. Yang lebih heboh justru suaranya yang tak disangka-sangka sampai juga ke Batam. Dar-der-dor kaya’ orang betawi mantu.

Begitu pesta kembang api di singapura selesai, kami langsung meluncur ke tempat lain. Yakni ke perbukitan di belakang kampus Univesitas Batam. Dari sini kami menyaksikan pesta kembang api kota batam yang dipusatkan di alun-alun engku putri batam center. Alhamdulillah yah, dari bukit ini pesta kembang api tampak spektakuler. Malah kami bisa melihat pesta kembang api di botania juga. Sampe bingung mau lihat yang mana satu.

Dan yang paling menguntungkan, begitu pesta kembang api usai kami bisa langsung pulang ke rumah dengan santai. Nggak pake acara kejebak macet berjam-jam sebagaimana mereka yang bela-belain liat kembang api di engku putri. Alhamdulillah gak pake yah. (˘⌣˘)

***

Siangnya, liburan diisi dengan jalan- jalan ke pantai. Tujuan kami adalah pantai melayu, Barelang. Sebenarnya kami sudah dengar berita perihal jalan amblas di barelang, tapi tetap nekad berangkat.

Dan kenekadan itu harus dibayar mahal. Barelang macet paraaah di beberapa titik. Perbaikan jalan dan kepadatan pengunjung menjadi musababnya. Waktu 1,5 jam kami habiskan sia-sia di dalam mobil (ˇ_ˇ) *diketawain orang jakarta*

Pantai Melayu terletak di Kampung Kalat Rempang, Kelurahan Rempang Cate, Kecamatan Galang. 23 km jauhnya dari Jembatan I Barelang. Lokasinya mudah dicapai, karena hanya 1 km dari jalan raya rempang (barelang) belok ke kanan.

Pantainya lumayan, berpasir lembut sepanjang dua kilometer. Dan berhubung kemarin itu hari libur nasional, pengunjung nauzubillah ramainya. Akibatnya, sampah juga nauzubillah banyaknya. Tau sendiri kan gimana joroknya masyarakat kita. Segala macam sampah yang  mereka hasilkan ditinggal begitu saja di tempat mereka duduk. Alhasil keindahan pantai drop sampai 60 %.

Air laut pantai melayu keruh. Nggak tahu kenapa. Bikin saya yang nggak berencana berenang makin nggak niat renang. Sementara ratusan orang lain tampak asyik aja mengapung di laut dengan ban sewaan. Banyak juga yang mencoba banana boat. Tarifnya Rp.20ribu/orang.

Menjelang maghrib kami beranjak meninggalkan pantai melayu. Hal terbaik yang kami lakukan sore itu adalah mengumpulkan semua sampah yang kami hasilkan, dan membawanya pulang. Pantai tidak kami kotori, sehingga kami bisa pulang dengan iman yang utuh. Kebersihan itu sebagian dari iman, bukan?!

Read Full Post »