Archive for Wisata Kuliner

Sehari di Pulau Ngenang

Akhir Maret lalu, saya dan keluarga jalan-jalan ke Pulau Ngenang. Belum pernah dengar? Wajar, ngenang memang bukan pulau wisata.

Pulau Ngenang terletak di sebelah tenggara Pulau Batam. Tepatnya 3 km di seberang laut kawasan pelabuhan Punggur. Secara administratif pulau ngenang masuk dalam wilayah pemerintahan Kota Batam, dan berstatus kelurahan. Pulaunya sepi, cuma berupa perkampungan suku melayu dan kebun-kebun. Sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai nelayan.

Kami ke pulau ngenang dalam rangka silaturahmi ke beberapa kerabat yang tinggal di sini. Dan ada dua hal seru yang saya alami di ngenang:

1. Cuma di pulau ini saya bisa kekenyangan kelapa muda gratis! (˘ڡ˘) Tiap silaturahmi ke rumah kerabat, suguhannya selalu kelapa muda yang baru dipetik dari kebun masing-masing. Minumnya juga nggak pake gelas, tapi langsung glek glek dari buah. Mampir ke tiga rumah kerabat, kami disuguhi tiga kelapa muda. Alhasil: kembung!

2. Menu makan siang kami hari itu khas pulau; ikan bakar. Dan seumur-umur baru kemarin itu saya makan ikan buntal kotak bakar. Ikan buntal kotak ini kulitnya keras. Kalau diketok bunyinya udah kaya ngetok pintu. Untung rasanya gak kaya kayu. Ok malah.

Btw, sebenarnya di pulau ngenang ada pantai berpasir putih. Tapi sayang saya nggak sempat ke sana lantaran jauh. Lokasi pantai itu di timur pulau, sedangkan kerabat-kerabat saya tinggal di barat pulau. Sementara di ngenang tidak ada mobil maupun angkot. Motor aja jarang yang punya…

mendarat di pulau ngenang

jalan kaki menuju rumah kerabat

this is it.. pondok tujuan kami

disuguhi kelapa muda, tapi dipetik dulu...

mari... :)

calon menu makan siang

rumah panggung tradisional di pulau ngenang

Mejeng ma sepupu di pelabuhan

Comments (2) »

Sekilas Pandang Kota Kediri

Pertengahan november kemarin saya jalan-jalan ke Jawa Timur. Selama seminggu di sana, saya melintas di 10 kabupaten/kota, sholat di 3 masjid agung, dan tinggal selama 5 hari di Kediri. Berikut gambaran yang saya dapat tentang kediri selama tinggal di sana.

Kediri adalah kota terbesar ketiga di jawa timur setelah Surabaya dan Malang. Kediri sering dijuluki “kota kretek” karena di kota ini berdiri pabrik rokok kretek terbesar di Indonesia milik Gudang Garam. Bicara suasana, kotanya enak karena tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil. Karena bukan kota besar jalanannya masih bebas macet, namun karena juga bukan kota kecil, kediri sudah punya banyak mall dan plaza untuk berbelanja atau sekedar ngadem. ;)

Berdasarkan pengalaman saya, kediri setidaknya punya dua tempat wisata bagus. Pertama yaitu gunung kelud. Kedua adalah kawasan wisata Besuki. Di Besuki terdapat banyak air terjun, seperti air terjun dolo, air terjun irenggolo dan air terjun parijoto. Yang paling bagus dan must visit adalah air terjun dolo.

Bicara kuliner, makanan di kediri murah-murah. Dengan uang Rp.7000,- kita sudah bisa makan kenyang di warteg pakai lauk ayam dan minum es jeruk. Kalau mau yang agak extrim, cobain deh menu khas kediri yang tak ada duanya; sate bekicot. Pusatnya ada di desa djengkol kecamatan plosoklaten. Di sini, di sepanjang jalan terdapat banyak warung makan dengan menu andalan sate bekicot. Saya sempat nyoba beli 50 tusuk seharga Rp.15000, dan ternyata rasanya.. enak!

Selain dikenal sebagai kota kretek, kediri dikenal juga sebagai ‘kota tahu’. Kediri memang merupakan sentra produksi tahu. Ada dua jenis tahu khas kediri; tahu takwa dan tahu pong. Kedua jenis tahu ini layak ditenteng sebagai oleh-oleh kalau mampir ke kediri. Selain tahu takwa dan tahu pong, ada lagi namanya stik tahu. Yang ini lucu nih. Jadi tahu biasa yang kita kenal itu, entah bagaimana caranya dirubah menjadi seperti kerupuk. Kriuk-kriuk, tapi rasanya tetap asli tahu. Unik!

Selain tahu-tahuan, masih banyak oleh-oleh khas lain yang bisa kita beli di kediri seperti kripik bekicot *eergghh*, carang mas, gethuk pisang, bolu pisang dll. Pusat oleh-oleh terdapat di sepanjang jalan Pattimura dan jalan Yos Sudarso kota kediri. Kalau ke kediri, kudu mampir sini.

That’s it. Next posting, saya mau share cerita tentang gunung kelud dan air terjun dolo. Tunggu aja. Dadah!

*Foto bekicot dipinjem dari sini

Comments (7) »

Oleh-Oleh Khas Batam

Lima tahun lalu, orang batam yang mau pulang kampung atau orang luar kota yang berkunjung ke batam masih suka bingung mau bawa oleh-oleh makanan apa dari batam. Maklum, waktu itu memang belum ada makanan khas dari kota industri ini. Yang khas justru hp bm, tas kw dan parfum branded. :)

Tapi sekarang, tak perlu bingung lagi. Sudah banyak oleh-oleh makanan khas yang siap ditenteng ke bandara/pelabuhan. Insyallah khas, beda dari kota-kota lain. Berikut beberapa toko oleh-oleh yang saya rekomendasikan:

Case Pisang Villa
Cake Pisang Villa adalah pelopor oleh-oleh khas Batam. Usaha cake ini mulai dikembangkan tahun 2006 oleh pasangan suami istri Denni Delyandri dan Selvi Nurlia. Berawal dari industri rumahan, kini Cake Pisang Villa sudah punya 9 outlet dan menjadi usaha oleh-oleh terbesar di kota Batam.

Seusai namanya, oleh-oleh khasnya adalah cake pisang. Ada 9 pilihan rasa yang bisa dibeli, mulai dari rasa original, kelapa, pandan keju sampai rasa buah naga.

Mau beli? Silakan datang langsung ke outlet-outletnya. Alamatnya bisa dicek  di sini.

***

Cake Buah Naga “Aroma”
Sesuai namanya, oleh-oleh khasnya adalah cake buah naga. Buah sejuta manfaat tersebut ternyata bisa diolah menjadi kue juga lho. Varian rasanya pun dikembangkan menjadi 7 macam; original, keju, blueberry, stoberi, almond, pandan white, dan mocca coklat.

Kelebihan toko oleh-oleh “Aroma” adalah bahan baku buah naganya diambil langsung dari perkebunan buah naga di barelang. Barelang memang sentra produksi buah naga. Jadi oleh-oleh cake buah naga ini dijamin 100% asli batam.

Cake Buah Naga “Aroma” punya tiga cabang di nagoya, purimas dan seipanas. Berikut alamatnya:

- Nagoya: Komplek Wijaya Kusuma Jl. Imam Bonjol Blok I No.5 Nagoya
(Seberang Nagoya Hill)
- Purimas: Komplek Ruko Purimas Blok A Nomor 16, Jalan Engku Putri Batam Centre
- Sei Panas: Jl. Laksmana Bintan, Komplek Saudara Hasta Mandiri No.2
(sebelum SPBU Simpang Kuda)

Juga ada empat outlet di pelabuhan punggur, pelabuhan sekupang, pelabuhan harbour bay dan bandara hang nadim.

***

Bingka Bakar Nay@Dam
Oleh-oleh khas batam yang satu ini lebih bercita rasa tradisional, yakni bingka bakar dan kue bilis.

Kue Bingka Bakar konon dulunya merupakan makanan kerajaan melayu yang hanya dihidangkan pada saat acara kenegaraan, acara keagamaan, dan hajatan kerajaan lainnya. Tapi sekarang sudah bisa anda beli sebagai oleh-oleh. Sementara kue bilis adalah cemilan khas berupa ikan bilis alias teri yang digulung oleh adonan tepung kemudian digoreng garing.

Selain dua kue di atas, Bingka Bakar Nay@Dam juga menjual cake pisang.

Outlet Bingka Bakar Nay@Dam beralamat di Ruko Puri Legenda Blok D1 No. 03, Batam Centre. Yang mau pesan antar, telepon saja ke (0778) 8096179 atau 7315376. Sebelum pesan tak ada salahnya lihat-lihat dulu situsnya http://www.bingkanayadam.com/

***

Selamat membeli oleh-oleh :)

Comments (4) »

Rawon Setan “Mbak Endang” Batam

Di Batam sudah ada rawon setan lho! Nggak tau saya yang baru tahu atau memang rawonnya yang baru buka, yang jelas bertambah lagi deh alternatif kuliner jawa timur di Batam. Bicara rawon, sejak meninggalkan Surabaya tahun 2009 lalu, baru sekarang saya mencicipi rawon lagi. Kangen juga dengan makanan khas suroboyo yang kuahnya kayak aer selokan ini.. :P

Rawon Setan “Mbak Endang” berlokasi di sebuah ruko di depan Hotel Novotel Jodoh. Bukanya sejak pagi sampai jam 12 malam. Wah, udah nggak bener-bener setan lagi dong! Konon asal mula disebut rawon setan karena warung aslinya di Jl. Embong Malang Surabaya hanya buka pada malam hari; sejak menjelang tengah malam sampai menjelang subuh – sesuai jam operasi setan, hehe. Sempat tanya2 sama mbak kasirnya yang cantik, dari semua cabang rawon setan “mbak endang” se-indonesia, hanya cabang batam yang buka sampai jam 12 malam. Selebihnya buka sepanjang malam.

Bicara rasa, menurut saya rawon setan ini biasa aja. Malah  taste-nya cenderung terlalu kuat. Mungkin keluwek atau empon2nya terlalu banyak. Sempat baca juga di liburan.info, rawon setan ‘mbak endang’ ternyata memang dikenal dengan kuah rawonnya yang kental. Beda dengan rawon setan ‘asli’ yang rasanya lebih pas. Btw, saya sendiri 3,5 tahun di Surabaya nggak pernah lho makan rawon setan sana. :D

Seporsi rawon setan campur bisa ditebus dengan harga Rp.17500. Sedangkan rawon setan mangkuk pisah harganya Rp.22500. Menurut saya agak kemahalan dikit. Mungkin pasnya di harga 12000-13000 gitu.. :P Tapi gapapalah, secara ini warung franchise, dan katanya bumbu rawonnya dikirim langsung dari surabaya (Lihat liputan rawon setan batam ini di Liputan6 SCTV).

Kalau gak pengen makan rawon, ada menu lain juga kok, seperti tempe penyet, ayam penyet dll. Soal tempat, lokasi warung setan ‘mbak endang’ sangat mudah dicapai karena terletak di pinggir jalan raya jodoh. Tempat duduknya juga nyaman, dan ada foto-foto artis yang pernah makan di rawon setan terpajang di sepanjang dinding warung.

Kesimpulan: Lumayanlah buat tombo kangen. :)

Leave a comment »