Pentingnya menjaga kebersihan sudah diajarkan semenjak kita kecil. Tema kebersihan pun sudah dimasukkan dalam kurikulum pelajaran kita sejak kelas 1 SD, bahkan lebih kecil lagi. Makanya kita sangat tahu bahwa membuang sampah sembarangan merupakan perilaku tidak terpuji. Dan sangat faham bahwa kebersihan adalah sebagian dari iman.
Anehnya, sampai sebesar ini ternyata kita belum bisa menerapkan nilai kebersihan secara utuh. BUKTINYA: Lihat saja tempat-tempat wisata di negeri kita tercinta ini. Tak ada yang bebas dari masalah sampah. Mulai dari pantai terpencil di pulau batam, wisata bromo di jawa timur, sampai pantai kuta sekalipun, yang namanya sampah tetap adaaa aja yang tega buang sembarangan. Yang lebih mencengangkan, UNESCO World Heritage Site candi borobudur pun bisa-bisanya bau pesing di mana-mana!
Ulah siapakah? Tak lain tak bukan pelakunya adalah kita! *Kita? Loe aja kale!* Setidak-tidaknya bagian dari kita; Bangsa Indonesia.
Udah, nggak usah muna. Coba aja ingat-ingat, waktu kamu jalan-jalan ke pantai kapan hari, bungkus snack dan cemilan kamu buang di mana? Trus waktu mendaki gunung tahun lalu, botol air mineral yang udah habis kamu buang di mana? Trus waktu nongkrong di alun-alun kota tempo hari, puntung rokok atau bungkus permen kamu buang di mana?
Buang sembarangan kan?! Sekalipun ada yang berakhlak mulia membuang sampah pada tempatnya, itu cuma 1 dari 10 orang.
Udah, nggak usah membuat seribu alasan atau dalih. Karena mau alasan apa pun buang sampah sembarangan tetap aja perbuatan tercela. Dan itu menunjukkan rendahnya akhlak kita.
Nggak tahu siapa yang salah. Apakah sistem pendidikan kita yang sebegitu lemahnya sampe-sampe menanamkan cinta kebersihan ke sanubari siswa-siswi indonesia aja gagal? Ataukah orang Indonesia emang dasarnya bebal? Entahlah..
Yang jelas, kalau kebersihan aja nggak bisa kita terapin dalam kehidupan sehari-hari, jangan harap kita bisa nerapin nilai-nilai luhur lain seperti kejujuran, tanggung jawab, keberanian dll. So, nggak heran kan kalau indonesia masih jadi negara terkorup? (˘⌣˘)
- RUDI LUV NUNUN -
Selain hobi buang sampah sembarangan, ada satu lagi kebiasaan buruk kita (bangsa indonesia) kalau jalan-jalan ke tempat wisata domestik, yaitu hobi corat-coret.
Bisa dilihat di banyak tempat wisata, hampir selalu ada coretan-coretan dari spidol/tipex/pylox di tembok, di pohon atau di batu yang bunyinya “Rudi Luv Nunun” atau “Chimox Was Here” atau sejenisnya.
Itu semua buat apa?? Щ(ºДºщ) Tidak cukupkah foto sebagai bukti kita sudah mengunjungi suatu tempat? Kenapa harus meninggalkan jejak coretan lagi?
(” `з´ )_,/”(>_<’!)
(¬_¬)–o(✗_✗)
(˘⌣˘)-c<˘ε˘)
Semoga kita bisa berubah… (ˇ_ˇ)




Yopie Pangkey said,
December 21, 2011 @ 6:34 am
Padahal tidak membuang sampah ataupun tidak mencoret itu mudah ya…
Seringkali saat kita mau motret sampai ga jadi lantaran banyak sampah dan ada coretan disitu
Jalan2 pun jadi kurang nikmat rasanya.
Iqbal Rois said,
December 21, 2011 @ 6:46 am
itulah mas yopie…
yah setidaknya kita memulai dari diri kita sendiri utk tidak mengotori lingkungan.. dan mudah2an tiap pengunjung yang baca tulisan ini ikut tersadarkan
btw, salam kenal
Belajar Bisnis Online said,
January 2, 2012 @ 8:18 am
ya ampun kotor sekali pantainya..banyak sekali sampah
kalau begini gimana mo nikmatin indahnya pantai dan semilir anginnya kalau pantainya jorok banyak sampah seperti itu.
jadi g nyaman kan??
Baju Bali said,
January 2, 2012 @ 8:22 am
yukz..mari kita sama- sama menjaga lingkunagan kita mulai dari hal kecil yaitu : membuang sampah pada tempatnya,dan juga jgn mencoret tembok.
keliatannya jadi g indah lagi kan??
kalau bukan kita yang menjaga lingkungan kita siapa lagi??
trims infonya sob..??