Waduk Selorejo adalah nama sebuah waduk di kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Kalau naik bus jurusan Kediri-Malang atau sebaliknya, kita pasti akan melewati tepian waduk ini. Meski fungsi aslinya adalah bendungan untuk irigasi dan listrik, waduk selorejo juga difungsikan sebagai objek wisata. Tahun 2009 saya pernah jalan-jalan ke sini bersama teman-teman kursus Kampung Inggris Pare.
Dari Pare kami naik bis jurusan Kediri-Malang, turun di pertigaan menuju Waduk Selorejo. Dari pertigaan itu perjalanan dilanjutkan dengan mencarter minibus menuju waduk dengan tarif Rp.50.000. Total waktu yang diperlukan dari Pare sampai ke Selorejo sekitar satu jam.
Waduk Selorejo terletak di ketinggian 600 mdpl, membuatnya senantiasa berudara sejuk. Panorama waduk selorejo juga indah karena dikelilingi oleh gunung-gunung antara lain Gunung Kelud, Gunung Anjasmoro dan Gunung Kawi. Berdiri di tepian waduk menikmati pemandangan waduk dengan latar pegunungan yang diselimuti awan sungguh merupakan kenikmatan tersendiri bagi saya. Anda yang hobi mancing juga bisa menyalurkan hobi di sini. Bawalah umpan lumut untuk menarik hati ikan-ikan waduk selorejo.
KEBUN JAMBU
Tak cukup menikmati keindahan waduk dari tepi, saya dan teman-teman kemudian menyeberang ke kebun jambu di tengah waduk. Untuk sampai ke sana, kita harus menyewa perahu. Perahunya ada yang bermesin, ada yang dayung. Untuk perahu mesin, biayanya hanya Rp.5000/orang sekali jalan, dan hanya butuh 10 menit pula untuk mendaratkan kaki di kebun jambu.
Cukup membayar Rp.1000/orang, kita pun bebas masuk dan berkeliaran di areal kebun jambu klutuk. Mau makan sepuasnya silakan. Jambu klutuk yang kuning ranum menggantung di pohon memang amat menggoda untuk dipetik dan dimakan. Selain makan di tempat, kita juga boleh membawa pulang jambu yang sudah kita petik. Cukup membayar Rp.3000/kg. Lumayan buat nge-jus di rumah.
Setelah ‘mabuk’ jambu, kami kembali naik perahu, balik ke tepian waduk selorejo bersiap untuk makan siang. Ada banyak warung makan lesehan di sekitar waduk yang menyajikan menu ikan bakar khas waduk selorejo. Ikan bakar, sambel, dan lalapan cukuplah menjadi santapan istimewa kami siang itu. Berhubung ada yang mentraktir, makan siang kami pun jadi makin lahap. Thanks to Mr. Opic untuk traktirannya. ^^
Menjelang ashar kami bersiap pulang ke Pare. Kebetulan bis terakhir rute Malang-kediri lewat di Selorejo sekitar ashar. Terlambat sedikiiit aja alamat kami harus menginap di Selorejo. Oya, yang pengen nginap di Selorejo juga bisa kok. Ada jasa hotel dan cottage di sini. Salah satunya bisa di lihat di blog ini.
Buat teman-teman yang sedang belajar di kampung inggris, jalan-jalan ke Waduk Selorejo bisa menjadi alternatif kegiatan mengisi hari libur sabtu-minggu.
Met jalan-jalan!
















Alid Abdul said,
July 27, 2011 @ 8:15 am
Jadi ingat dulu pas camping di Ngantang, ke Selorejo naik perahu, guru saya dari awal berangkat sampai perahu berlabuh komat kamit baca doa biar selamat, soalnya beliau gak bisa renang hahaha… dipikir pikir uda lama juga ndak ke sana.
Arif H. Ayik said,
April 25, 2012 @ 1:29 am
Mantab ulasannya Om….
Riau mana Om? saya ada temen, tapi di Siak Indrapura
Iqbal Rois said,
April 25, 2012 @ 5:46 pm
teima kasih complimentnya
saya di kepulauan riau. tepatnya di batam.