Teman-teman yang lahir dan besar di kampung atau desa pasti tahu beberapa jenis buah liar yang bisa dimakan. Buah-buah tersebut tumbuh di pinggir jalan atau di pinggir hutan/sawah/semak belukar, tak ada yang menanam, tapi bisa dimakan. Lumayan buat pengisi perut tatkala lelah bermain (duh bahasanya..)
Mumpung abis blusukan kampung, dan sempat dapet foto-fotonya, berikut saya list buah-buah liar zaman saya kecil dulu di kampung batu besar batam. Ada yang sama tak?
1. Buah Ceri
Buah yang satu ini saya tak perlu cari ke mana-mana karena masih ada di samping rumah. Orang jawa mengenalnya dengan nama talok atau kersen. Tapi kami di batam atau sumatra pada umumnya menyebutnya buah ceri. Tidak, Kami tidak menggunakan buah ini untuk topping blackforest. ![]()
Buah mudanya berwarna hijau, dan menjadi merah ketika benar-benar masak. Rasanya manis segar. Sampai sekarang, anak-anak masih suka hunting buah ini.
2. Buah Letup
Kami menyebutnya buah letup. Orang malaysia menyebutnya buah letup-letup. Mungkin karena meletup ketika dipecahkan. Buah letup ini tergolong tumbuhan merambat. Merambat di antara semak-semak, pepohonan, bahkan pagar rumah. Sekarang sudah sulit menemukan buah letup.
Buah mudanya berwarna hijau, dan menjadi kuning atau jingga ketika masak. Buahnya dilapisi jaring berbulu. Isi buahnya persis marqisa. Rasanya manis sedikit asam. Buah ni favorit saye mase kecik dulu sebab rase die paling sedap di antara buah liar lain.

3. Buah Kedebik
Sebenarnya saya nggak tahu naman buah ini apa. Saya sebut kedebik, karena nama itu yang nemu di google, hehe.. Buah ini tak punya nama karena jarang ada yang makan. Lebih sering dimakan burung.
Kulit buahnya merah keunguan, isi buahnya warna ungu pekat dengan bintik-bintik kuning. Rasanya tidak menggembirakan. Sepat-sepat manis. Makan kedebik bisa bikin lidah jadi warna ungu. Lumayan.. daripada beli jagoan neon. #OrangSusah
Selain buahnya yang bisa dimakan, daunnya juga sering dipakai emak-emak buat campuran merebus daun pepaya. Katanya bisa mengurangi rasa pahit daun pepaya.
4. Buah Kemunting
Buah kemunting ini juga salah satu favorit saya. Serupa dengan kedebik, kemunting adalah jenis tumbuhan perdu dengan tinggi pohon tak lebih dari dua meter. Bunganya sama-sama merah jambu. Dari kejauhan saya sering keliru mengira kedebik adalah kemunting. Yang bikin beda, rasa buah kemunting jauh lebih baik.
Buah kemunting berwarna hijau ketika muda, dan menjadi ungu tua ketika masak. Isi buahnya juga berwarna ungu. Rasanya manis-manis berkarakter(apa coba?). Biji buahnya klutuk-klutuk kaya’ biji jambu klutuk. Gosipnya, terlalu banyak makan kemunting bisa bikin ee’ keras. Jadi, konsumsilah secukupnya.
5. Kantong Semar
Yang satu ini sebenarnya bukan jenis buah-buahan, tapi sering jadi mainan saya dan teman-teman zaman kecil dulu. Kantong semar adalah jenis tumbuhan merambat pemakan semut. Kami sering menggunakan cairan di dalam kantong semar sebagai pelembab rambut. Cukup cari kantong semar muda yang masih tertutup rapat, tuangkan airnya ke telapak tangan, oleskan ke rambut secara merata. Konon air kantong semar ini bisa menyuburkan rambut. Mungkin gara-gara ini rambut saya sekarang kaku kayak ijuk. (_ _’)
6. Jambu Monyet
Kami menyebutnya jambu monyet atau jambu mente. Ada juga yang menyebutnya jambu mete atau mede. Dulu saya suka sekali manjat di pohon jambu monyet ini. Bergelantungan dari satu dahan ke dahan yang lain mencari buah yang masak. Itulah mengapa disebut jambu monyet. #eh?
Buahnya hijau ketika muda, dan menjadi kuning terang ketika masak. Rasanya tak istimewa. Manis dengan rasa kelat yang kuat. Daripada makan buahnya, kami lebih senang berburu bijinya. Biji jambu monyet ini kami kumpulkan, kemudian kami gongseng(sangrai) hingga menghitam. Peralatan gongsengnya tak perlu ribet-ribet, cukup kaleng bekas susu dan setangkai kayu. Apinya kamu buat dari tumpukan batu dan kayu. Hasilnya; kacang mede gurih nan lezat. Gratisan pula! Beli di supermarket sekilo udah berapa duit tuh?

So, Apa buah masa kecilmu?







Embun Media & Florist said,
March 29, 2011 @ 3:04 pm
Iqbal, banyak sekali kenangan indah kita pada buah2an yaa.. Ternyata buah-buahan juga bisa menjadi romansa tertentu dalam jejak sejarah hidup kita.
Jika berkenan, numpang promo ya Bal.. Promo pohon buah yang disebut Rasulullah sebagai buah dari surga dan memiliki banyak khasiat. Tertarik? baca penjelasannya:
EMBUN FLORIST MENYEDIAKAN BIBIT POHON TIN SIAP TANAM.
Tingggi mulai 30 – 50 cm. Bagi yang berminat membeli pohon tersebut dapat langsung menghubungi kami di 0852 30788 450 (Telp/SMS). Selengkapnya kunjungi website kami di http://pohontin.wordpress.com/
—————————————————————————————————-
Tentang Embun Florist ~ Partner Handal Bertanam
Perkenalkan, kami adalah usaha nursery yang bergerak di bidang jual beli tanaman dan peralatannya, serta melayani pembuatan dan perawatan taman. Kami juga melayani pemesanan sovenir ataupun parcel hadiah berupa tanaman.
Untuk saat ini kami memfokuskan diri pada budidaya POHON TIN yang juga dikenal sebagai buah tin atau buah surgawi yang disebutkan dalam Al Quran dan hadist. Kami siap melayani pemesanan pohon tin ke seluruh Indonesia.
Lokasi kami berada di daerah Fatmawati yang menjadi akses ke beberapa wilayah seperti Cilandak, Blok M, Radio Dalam, Pondok Indah dan Cipete di Jakarta Selatan, ibukota Indonesia. Lihat rute Embun Florist, klik link http://pohontin.wordpress.com/.
—————————————————————————————————-
Jangan ragu untuk menghubungi kami,
walau sekedar bertanya ataupun silaturahim.
Salam,
Hartono Abdul Halim
Ket: Sebagian Hasil Penjualan akan Digunakan
untuk Membantu Anak Yatim dan
Pemberdayaan Dhuafa
jarwadi said,
April 6, 2011 @ 12:38 am
di daerah saya, di gunungkidul, buah buah liar ada spt, sirsak, jambu mete, besaran, kecacil, duwet, dll banyak deh dulu sewaktu saya masih kecil, sekarang sudah pada punah tidak ada yg melestarikan
wah posting ini jadi bikin saya kangen masa kecil
salam
jalankemanagitu said,
June 13, 2011 @ 1:28 am
sirsak buah liar mas??? enak bener…
kalina said,
June 12, 2011 @ 1:59 pm
tumbuhan masa kecil,, sekarang susah di temukan ya…. padahal dulu waktu masih SD tiap pulang sekolah selalu metikin buah kalimunting,kedubik,sampai jambu…. monyet….
tapi sekarang semua jenis tanaman kaya gitu cuma ada hutan udah pada bermetamorfosa jadi mall dan gedung2 tinggi semua kali ya…. .. >_<
jalankemanagitu said,
June 13, 2011 @ 1:29 am
asli mana mbak? kok buah masa kecil kita sama persis..?
betul bgt.. skrg sudah susah bgt nemuinnya.. terutama kemunting dan buah letup..
Syarifah Said said,
July 12, 2011 @ 4:41 am
Koq sama ya……………… buah kenangan masa kecil……enak betullll buah letup tuh namanya ketika saya masih kecil bahkan sampai kini di daerah saya namanya hahahahahaha malu banget…. disebut buah jembutan, nah untuk buah kedebik disebut buah tinta karena kalau dimakan meninggalkan noda biru kehitamaman di mulut… tapi enak dan manis
ayufi said,
November 4, 2011 @ 11:35 am
timun mas N timun tikus juga ada
ayufi said,
November 4, 2011 @ 11:37 am
klo aq dlu juga ada timun mas & timun tikus
at.fuzz said,
January 3, 2012 @ 2:26 pm
Uwoooo! Itu juga buah2 favorit saya waktu masih tinggal di Kijang! *Kangen*
Karena Pendidikan Adalah Hal Yang Istimewa (1) « De Journal.. said,
April 24, 2012 @ 1:21 pm
[...] banyak kantong semar. Buah yang paling saya dan teman-teman buru ketika bermain adalah buah karimunting. Saya tidak akan heran kalau sangat jarang yang tau tentang buah ini. Ketika itu, mendapatkan buah [...]