Piayu Laut atau Tanjung Piayu Laut adalah satu dari 36 kampung tua di pulau Batam. Dari sekian banyak kampung tua yang pernah saya kunjungi, piayu laut adalah yang paling ‘ngampung’. Nuansa tradisional akan langsung menyergap tatkala kita memasuki kampung nelayan di kecamatan Sei Beduk ini. Rumah-rumah panggung penduduk yang terbuat dari kayu dan menjorok ke laut, sangat khas kampung nelayan, membuat saya nyaris lupa kalau saya masih di kota Batam. Untung ada mobil Lexus RX 300 berplat nomor X sedang parkir di salah satu rumah, membuat saya kembali tersadar.
Piayu laut terletak di bagian paling ujung semenanjung piayu. Jauuh sekali dari Batam Center. Kalau anda mau ke sini, dari pertigaan panbil mall arah Batam Center, beloklah ke kiri. Luruuus saja terus, jangan berbelok di persimpangan mana pun. Ketika melewati jalan yang rusak, tetaplah berjalan lurus. Ketika jalan aspal habis dan berubah menjadi jalan tanah berkerikil, janganlah ragu, tetap jalan terus. Dan di sana, di ujung jalan tadi, jalan yang sempat diragukan itu, di situlah Kampung Piayu Laut. 14 km jauhnya dari Panbill Mall.
Lima kilometer terakhir sebelum piayu laut jalan akan naik turun bukit. Dari puncak-puncak bukit kita bisa dengan leluasa melihat panorama laut teluk duriangkang. Garis pantai yang dipenuhi tanaman bakau berbatasan dengan laut biru nan luas, ah.. sungguh indah dipandang mata. Dari salah satu bukit kita juga bisa melihat jembatan satu barelang di sebelah barat. Megah nian…

Sekali lagi saya katakan, kampung piayu laut kental nuansa tradisionalnya. Hampir semua rumah penduduk di sini dibangun di atas laut, berjejer rapi di pesisir. Keliling-keliling kampung ini membuat saya teringat suasana kampung pulau ngenang yang sudah lebih 10 tahun tak saya sambangi.
Kampung piayu laut punya sedikit pantai berpasir, yang sayangnya kurang terawat. Sampah-sampah plastik dan dedaunan tampak mengotori pantai. Ini pasti ulah para pengunjung yang kurang beradab. Kalau Anda nanti ke sini, jangan buang sampah sembarangan ya. Sedikit ke selatan terdapat pantai curam berbatu karang yang cocok untuk tempat memancing. Yang hobi mancing, jangan lupa bawa joran kalau ke kampung ini.
O iya, perusahaan wisata sekilak menyediakan wisata kayaking lho di sini. Jadi kita bisa berkayak di laut sekitar piayu laut dengan bimbingan pelatih. Sayang waktu saya ke sini hari minggu lalu, sedang tidak ada kegiatan kayaking. Mungkin karena laut sedang surut.
Jika ada yang mau mengelola, saya yakin kampung piayu laut ini punya potensi besar menjadi kampung wisata menarik. Panorama laut dan nuansa tradisonal adalah dua hal utama yang pasti disukai wisatawan, terutama turis mancanegara.










pupus said,
February 26, 2011 @ 3:15 pm
Like this baL…..
potensi batam bnyak ternyata….
Liputan yang menarik…. tidak usah manca negara…
warga Lokal j pasti bnyk tidak tau daerah yg indha ini..
saya salah satuny,,hehehhe
thx info na baL… smga cepat saya bisa mengunjungi disana,,,
Kampung Piayu Laut (part 2) « Jalan ke mana gitu… said,
March 1, 2011 @ 9:22 am
[...] saya jalan-jalan ke Kampung Piayu Laut. Minggu lalu saya baru dari sini ( dan sudah saya ceritain di sini ), dan minggu ini saya ke sini lagi sebagai ‘tour guide’ teman-teman yang tertarik [...]
Jalan ke mana gitu… said,
May 21, 2011 @ 8:08 am
[...] dan teman-teman menyambangi pulau wawi minggu, 15 mei kemarin. Kami menyeberang ke pulau wawi dari kampung piayu laut, menggunakan pancung (perahu bermesin) milik Pak Naman, salah seorang warga. Tarif menyebrang hanya [...]
Dean said,
March 20, 2012 @ 4:25 pm
Kampung piayu laut ini memang indah dan menawan pemandanganya.
Amat sesuai dijadikan pusat pelancungan.
Semoga ada pihak-pihak tertentu yang sanggup memajukan kampung ini sebagai objek wisata kampung tradisional.