Yang Tersisa Di Kampung Panau

Kampung Panau adalah sebuah kampung nelayan di daerah Kabil, Batam. Tak sulit mencapai kampung kecil ini. Setelah sampai di kawasan Kabil, tanya saja ke pos security di mana lokasi PT. Nexus. Kampung Panau terletak persis di sebelah PT. Nexus.

Saya sering ke pantai ini. Sekedar jalan-jalan sore, menikmati semilir angin pantai. Kebetulan lokasinya tak terlalu jauh. Hanya 7 kilometer dari rumah saya di Belian, Batam Center.

Kampung Panau memiliki pantai berpasir kuning. Pantai ini panjangnya kurang dari satu kilometer. Terjepit di antara kawasan industri. Di sebelah kanan pantai dibatasi oleh PT. Nexus Indonesia. Di sebelah kiri berbatasan dengan PT. SMOE Indonesia. Kedua perusahaan offshore itu juga mereklamasi pantai hingga beberapa ratus meter ke arah laut, membuat pantai Kampung Panau tampak serupa teluk.

Saat laut surut, dataran pasir muncul sampai beratus-ratus meter. Ibu-ibu dan anak-anak pun turun mencari kerang. Sementara sang bapak turun memeriksa keramba, kalau-kalau ada ikan dan kepiting yang terjebak waktu air pasang. Tradisional sekali. Sebuah nuansa tradisional yang tersisa di tengah himpitan modernisasi Batam.

Ada salah satu rumah warga di pinggir pantai yang menjual hasil laut yang disebut Rangak. Rangak itu sejenis kelomang laut (seperti gonggong) tapi berukuran lebih besar. Karena beli langsung di nelayan, rangak dijual murah saja. Rp.1000 sampai Rp.2000 per ekor, tergantung ukuran rangak.

Kalau pandai mengolah, rangak bisa jadi hidangan lezat. Rasa dagingnya perpaduan gong gong dan cumi cumi. Endang bambang gulindang. Penasaran? :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s