Orang bilang, kalau kita jalan ke mana gitu, pada kunjungan pertama kita hanya bisa mengagumi. Pada kunjungan kedua baru deh kita bisa menikmati. Benar nggak sih?
Terserah deh, yang jelas 29-30 Mei kemarin untuk kedua kalinya aku bertualang ke air pancur Muka Kuning. Jalan-jalan sebelumnya sudah kuceritaka di sini. Kalau pada kunjungan pertama kami pulang hari, maka kali ini kami mencoba berkemah alias camping di lokasi air pancur.
Seru sih. Ngerasain bermalam di hutan, masak pake kayu, menyusuri hulu sungai. Juga ngeliat teman-teman berburu ikan. Ikan wader, sepat, lele, gabus. Ikannya ada yang segede lengan lho! Di postingan kali ini izinkan aku untuk lebih banyak pamer foto.
Satu hal yang aku sedihkan adalah semakin banyaknya sampah bertebaran di areal hutan, terutama di lokasi air pancur. Please, buat yang sering dan akan ke air pancur muka kuning, tolong jangan buang sampah sembarangan ya. Ini hutan. Kalau kamu ngotorin, siapa yang bersihin? Monyet? Ular? Kalajengking?
Sampah hendaknya diletakkan dalam kantong plastik, simpan sampai kita keluar dari hutan. Atau kalau terlalu berat, kumpulkan sampahnya, bakar di lokasi air pancur. Tapi hati-hati, jangan sampai hutannya ikut terbakar.
Jagalah kelestarian alam semula jadi kita. Kalau bukan kita yang menjaga, siapa lagi?










